Samarinda, infosatu.co — Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) Rudy Mas’ud menegaskan bahwa perempuan berdaya dan berkarya merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Penegasan tersebut disampaikan dalam sambutannya pada Puncak Peringatan Hari Ibu ke-97 tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kaltim.
Menurut Rudy, peringatan Hari Ibu tidak sekadar bersifat seremonial, tetapi menjadi momentum refleksi dan penguatan komitmen bersama untuk menghormati, melindungi, serta memberdayakan perempuan di seluruh sektor kehidupan.
“Di balik orang-orang hebat, selalu ada peran besar seorang ibu. Ada doa, pengorbanan, dan ketulusan yang menjadi fondasi utama lahirnya generasi tangguh,” ujarnya.
Rudy menekankan bahwa tema Hari Ibu 2025, Perempuan Berdaya dan Berkarya Menuju Indonesia Emas 2045, memiliki makna strategis.
Ia menyebut, cita-cita Indonesia Emas hanya dapat terwujud apabila perempuan diberikan ruang dan kesempatan yang setara untuk berkontribusi dalam pembangunan.
Ia juga menyoroti peran strategis perempuan, termasuk perempuan pesisir dan kelompok rentan, dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga, memperkuat jaringan sosial, serta melestarikan lingkungan dan sumber daya alam.
Namun di sisi lain, perempuan masih dihadapkan pada berbagai tantangan, mulai dari keterbatasan akses pendidikan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, permodalan, hingga peningkatan kapasitas.
Dalam sambutannya, Rudy mengingatkan bahwa ibu merupakan sekolah pertama bagi anak-anak.
Nilai kehidupan, kasih sayang, dan keteladanan bermula dari peran seorang ibu di dalam keluarga.
Oleh karena itu, pemberdayaan perempuan dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi pembangunan yang berkelanjutan.
“Ketika perempuan diberdayakan, keluarga akan menjadi kuat, masyarakat menjadi tangguh, dan daerah akan semakin maju,” tegasnya.
Pemprov Kaltim, lanjut Rudy, terus berkomitmen memperkuat pemberdayaan perempuan yang inklusif melalui berbagai program lintas sektor.
Upaya tersebut meliputi peningkatan akses pendidikan dan keterampilan, layanan kesehatan, perlindungan sosial, serta penguatan ekonomi produktif.
Rudy juga menekankan pentingnya peran perempuan dalam pelayanan dasar masyarakat.
Seperti kegiatan posyandu, serta dalam mendampingi tumbuh kembang anak sejak dalam kandungan hingga dewasa.
Menurutnya, kasih ibu tidak pernah terputus sepanjang masa.
Selain itu, peringatan Hari Ibu juga dijadikan momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memperjuangkan kesetaraan gender serta melindungi perempuan dan anak dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, dan eksploitasi.
“Tidak boleh ada toleransi terhadap kekerasan dalam bentuk apa pun. Perlindungan terhadap perempuan dan anak adalah tanggung jawab kita bersama,” kata Rudy.
Lebih lanjut, Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia usaha, akademisi, organisasi masyarakat, tokoh agama, hingga media, untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang aman, inklusif, dan ramah bagi perempuan dan anak.
Rudy berharap rangkaian kegiatan Puncak Hari Ibu ke-97 ini dapat melahirkan inisiatif nyata dan gerakan berkelanjutan yang memberikan dampak langsung bagi peningkatan kualitas hidup perempuan dan anak, khususnya di Kalimantan Timur.
Menutup sambutannya, Rudy menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh perempuan Indonesia, khususnya perempuan Kalimantan Timur, atas dedikasi, ketangguhan, dan pengabdian yang tidak pernah lelah bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa.
“Perempuan yang berdaya dan berkarya adalah fondasi bagi keluarga sejahtera, masyarakat tangguh, dan Indonesia yang maju,” pungkasnya di Ruang Ruhui Rahayu Kantor Gubernur Kaltim, Selasa 16 Desember 2025.
