infosatu.co
Samarinda

Musrifah: Besar Prospek Fashion-Ekraf Samarinda, Pelajar Perlu Kenali Peluang Sejak Dini

Teks: Pelaku Ekonomi Kreatif Bidang Fashion, Musrifah

Samarinda, infosatu.co – Musrifah, pelaku ekonomi kreatif subsektor fashion, menegaskan bahwa bidang fashion memiliki prospek besar di Kota Samarinda Kalimantan Timur (Kaltim).

Menurut Musrifah, ini perlu dikenalkan sejak dini kepada generasi muda.

Pernyataan tersebut ia sampaikan dalam agenda pembinaan ekraf menghadirkan pelajar MAN 1, SMK 3, SMA Islam, pelaku Ekraf pemula untuk memahami peluang dan arah pengembangan subsektor fashion.

Musrifah menjelaskan bahwa fokus kegiatan ini sesuai tema, yakni Bincang-bincang ekonomi kreatif bidang fashion.

Selain pengenalan prospek industri, peserta juga dibekali pengetahuan teknis mengenai ilustrasi dan pembuatan moodboard sebagai salah satu fondasi penting dalam desain busana.

“Tujuannya kegiatan ini agar mereka tahu bahwa prospek ekraf bidang fashion itu sangat bagus sekali,” ujarnya saat di temui awak media di Aula Dispora, Jumat 12 Desember 2025.

Musrifah menyampaikan bahwa dirinya hadir mewakili subsektor fashion dalam rangkaian pembinaan yang mencakup total 17 subsektor ekraf.

Fashion menjadi subsektor terakhir yang dibina tahun ini setelah kuliner, kriya, fotografi, musik, dan subsektor lain lebih dulu mendapatkan pendampingan.

Menurut Musrifah, minat generasi muda Samarinda terhadap ekraf mulai terlihat, meski edukasi dan sosialisasi masih harus diperkuat.

Ia menjelaskan bahwa dunia fashion sering dianggap membutuhkan biaya besar, tetapi kini berbagai fasilitas pemerintah telah tersedia untuk mendukung perkembangan minat dan bakat generasi muda di subsektor ini.

Terkait kompetensi yang perlu dimiliki anak muda, ia menilai peluang pembinaan kini jauh lebih terbuka.

Berbeda dengan masa lalu, saat ini banyak wadah pelatihan dan lomba seperti Lomba Kreativitas Muda yang rutin dilaksanakan.

Lebih lanjut, dia menyoroti masalah minimnya modal dan akses pasar yang kerap dikeluhkan pelaku muda.

Musrifah memberikan solusi realistis, memulai dari hal sederhana sesuai kemampuan.

Ia mencontohkan pembuatan aksesori atau produk dari limbah perca yang memiliki nilai jual tinggi.

“Sebenarnya peluang itu banyak sekali. Saya juga dulu memulainya dari perca,” ungkapnya.

Menurutnya, modal bukan penghalang
utama. Kemauan belajar, membaca peluang, dan mengembangkan keterampilan justru menjadi kunci.

“Yang penting ada kemauan. Kerjakan dulu apa yang bisa dikerjakan sambil meningkatkan skill,” tegasnya.

Musrifah berharap kegiatan pengenalan seperti ini dapat berkelanjutan dan mendorong terbentuknya komunitas fashion bagi anak muda. Selain itu, ia berencana memperluas edukasi ke sekolah-sekolah lain, meski masih menunggu dukungan anggaran.

“Ini memang program jangka panjang untuk generasi yang akan datang,” terangnya.

Dengan adanya pembinaan ini, Musrifah berharap semakin banyak generasi muda Samarinda yang berani memulai langkah di dunia fashion.

Dengan begitu, katanya, subsektor ini dapat tumbuh menjadi salah satu kekuatan baru ekonomi kreatif daerah.

Related posts

Polresta Samarinda Bongkar 79 Kasus Selama Operasi Pekat Mahakam 2026

Firda

Cegah Senjata Tajam Masuk Pelabuhan, Polisi Perketat Pengamanan Arus Mudik

Firda

45 Ton Beras untuk Warga Samarinda, Andi Harun Tekankan Penyaluran Harus Manusiawi

Firda

You cannot copy content of this page