Penulis: Dina – Editor: Irfan
Samarinda, infosatu.co – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PERUNDAM) Tirta Kencana Kota Samarinda bekerjasama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda menggelar pemeriksaan Covid-19 lewat screning Swab Test yang ditujukan kepada 125 karyawan PDAM yang bekerja langsung di lapangan melayani masyarakat.

Hal tersebut disampaikan oleh Plt Kepala Dinkes Samarinda Ismed Kusasih mengatakan Swab Test ini dilakukan secara terus menerus, dan terstruktur. Dengan target hari ini 200-300 masyarakat yang ikut Swab Test, karena memang juga membuka untuk masyarakat yang ingin melakukan Swab Test.
“Swab Test sendiri di Samarinda sudah mencapai 2.000 lebih, jika di lihat dari skala rasio hal ini memang diharapkan. Bila di WHO itu skalanya minimal 1 banding 1.000 jika Samarinda ini penduduknya ada 1 juta berarti bandingnya ada 1.000 yang di swab,” bebernya pada infosatu.co, Kamis (18/6/2020).
Ismed bersyukur, sejauh ini di beberapa tempat yang dilakukan Swab dan Rapid hasilnya negatif. Semoga kedepan bisa lebih banyak lagi yang di tes, sehingga bisa membantu dalam penanganan percepatan pendeteksi dini.
Lebih lanjut Ismed menjelaskan terkait Rapid ternyata terbagi menjadi 2 baik hasilnya secara kualitatif dan kauntitatif.
“Dinkes Provinsi Kaltim memberikan alat Rapid Test yang jenisnya kualitatif, alat tersebut semacam tes kehamilan. Sedangkan alat Rapid Immunofloresensi Assay (IFA) yang hitungannya dengan kuantitatif atau dengan angka,” paparnya.
Ia mengutarakan Rapid yang alat IFA dipercaya memiliki akurasi hampir mendekati tes PCR (polymerase chain reaction), dan lebih bagus dari Rapid seperti kehamilan tersebut.
Sementara itu, Direktur PERUNDAM Tirta Kencana Samarinda Nor Wahid Hasyim menyatakan bahwa hari ini telah di lakukan Swab Test kepada 125 karyawan yang memang bekerja secara langsung pelayanannya dengan tatap muka, dan nanti juga PDAM akan minta untuk dilakukan Rapid Test kepada karyawan lainnya.
“Tentu hal ini sudah sangat baik dilakukan, selain mendeteksi dini Covid-19. Tentu salah satu membantu upaya pemerintah dalam mengurangi paparan virus ini, apalagi saat ini kita sudah memasuki fase relaksasi tahap kedua,” jelasnya.
