Penulis: Lydia – Editor: Achmad
Bontang, infosatu.co – Sudah dua tahun beroperasi, Komisi III minta Rusunawa Api-Api dirawat setiap tahunnya. Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Komisi III Abdul Samad, di Rusunawa Api-Api, Senin (17/2/2020).

“Harus lebih di tata lagi, dan memberi kesadaran penghuni disini, agar lebih bersih juga nyaman di tempati. Tentu, jangan membuang sampah sembarangan,” pesannya.
Diketahui, ada sekitar 198 unit, dengan 5 tingkat lantai di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Api-Api ini.
Besaran iuran per bulan di Rusunawa Ali-Api ini sangat murah dan bervariasi, tergantung tingkatannya. Di lantai dasar (hunian disabilitas) sebesar Rp. 250.000,- per bulan, lantai 1 sebesar Rp. 250.000,- per bulan, lantai 2 sebesar Rp. 230.000,- per bulan, lantai 3 sebesar Rp. 210.000,- per bulan, dan di lantai 4 sebesar Rp. 190.000,- per bulan.

Kepala UPT Rusunawa Eli Tarliah mengungkapkan, ada sekitar 88 orang daftar tunggu yang ingin tinggal di Rusunawa Api-Api ini.
“Penghuni disini tidak tetap, ada yang beberapa bulan itu udah ganti penghuni. Peruntukannya untuk warga ber-KTP Bontang, dan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR),” ujar Eli Tarliah.
Dirinya juga sangat tegas dan selektif dengan masyarakat yang ingin tinggal di Rusunawa Api-Api ini.
“Pernah ada kontraktor ingin menempati Rusunawa ini. Namun, langsung saya tolak. Memang sangat diminati, karena harga yang murah, lokasi strategis dan belum pernah banjir,” terangnya.
Terkait retribusi yang diberikan Rusunawa Api-Api, Eli Tarliah menegaskan bahwa, Rusunawa Api-Api ini belum di hibahkan.
“Sehingga, belum bisa memberikan kontribusi, karena syaratnya harus dihibahkan. Rusunawa ini belum ada hibah dari pusat ke pemerintah kota,” ungkapnya.
“Jadi, sampai saat ini, kami masih bayar iuran ke kas daerah. Sepenuhnya, masuk di pendapatan lain-lain. Namun ruginya adalah, kami tidak mendapatkan apa-apa dari dana yang di setor, karena belum di hibahkan. Kemudian, untuk pemeliharaan, kami masih menggunakan dana APBD,” lebih lanjutnya.
