infosatu.co
Lifestyle

Bukan Cuma Permen, 5 Kebiasaan Manis Ini Diam-Diam Bisa Merusak Gigi Anak

Teks: Orang tua mendampingi anak menyikat gigi untuk menjaga kebersihan mulut dan mencegah gigi berlubang. (Foto: Ilustrasi)

Samarinda, Infosatu.co – Gigi berlubang pada anak sering dikaitkan dengan kebiasaan makan permen. Padahal, masalah gigi tidak hanya berasal dari permen. Berbagai makanan dan minuman yang mengandung gula, termasuk yang dikonsumsi berulang kali sepanjang hari, juga dapat meningkatkan risiko kerusakan gigi.

World Health Organization (WHO) menngungkapkan, konsumsi gula bebas (free sugars) sebagai salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap terjadinya karies atau gigi berlubang. Gula tersebut dapat ditemukan dalam makanan dan minuman yang diberi tambahan gula, termasuk minuman manis, makanan ringan, serta produk dengan kandungan gula tinggi.

Berikut sejumlah kebiasaan yang perlu diperhatikan orang tua.

1.Terlalu sering minum minuman manis

Teh manis, minuman bersoda, minuman kemasan, susu dengan tambahan gula hingga minuman rasa buah dapat menjadi sumber gula bagi anak.

Masalahnya bukan hanya jumlah gula yang dikonsumsi, tetapi juga seberapa sering gigi terpapar gula. Ketika anak berulang kali mengonsumsi minuman manis, bakteri di dalam mulut dapat menghasilkan asam yang menyerang enamel gigi.

National Institute of Dental and Craniofacial Research (NIDCR) menjelaskan, proses tersebut dapat menyebabkan hilangnya mineral pada gigi. Jika berlangsung terus-menerus, kerusakan dapat berkembang menjadi gigi berlubang.

2. Sering ngemil makanan manis

Biskuit, cokelat, kue, wafer dan permen kerap menjadi camilan anak. Jika dikonsumsi terlalu sering, terutama di luar waktu makan, gigi dapat lebih sering mengalami paparan gula.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya memperhatikan jenis camilan tetapi juga frekuensi anak mengonsumsinya.

3. Membiarkan anak membawa minuman manis sepanjang hari

Kebiasaan menyeruput minuman manis sedikit demi sedikit dalam waktu lama juga perlu diperhatikan.

Setiap kali gula masuk ke dalam mulut, bakteri dapat memproduksi asam. Paparan yang terjadi berulang kali membuat gigi lebih sering berada dalam kondisi yang rentan terhadap serangan asam.

Air putih dapat menjadi pilihan utama untuk minuman sehari-hari.

4. Makan atau minum manis menjelang tidur

Kebiasaan mengonsumsi makanan atau minuman manis kemudian langsung tidur juga perlu dihindari.

Saat tidur, produksi air liur menurun. Padahal, air liur membantu melindungi gigi dan menetralkan asam di dalam mulut.

NIDCR menyarankan agar anak tidak mengonsumsi makanan atau minuman manis setelah menyikat gigi sebelum tidur.

5. Menganggap jus buah selalu aman untuk gigi

Buah memang bagian penting dari pola makan sehat. Namun, jus buah tetap dapat mengandung gula dan perlu dikonsumsi secara bijak.

WHO memasukkan gula yang terdapat secara alami dalam madu, sirup serta jus buah dan konsentrat jus buah ke dalam kategori free sugars. Karena itu, jus tidak sebaiknya menjadi pengganti utama air putih sepanjang hari.

Bukan Berarti Anak Tidak Boleh Makan Manis

Membatasi gula bukan berarti anak harus sama sekali tidak diperbolehkan menikmati makanan manis.

WHO merekomendasikan konsumsi free sugars dibatasi kurang dari 10 persen dari total energi harian. Pengurangan hingga di bawah 5 persen dapat memberikan manfaat kesehatan tambahan.

Orang tua dapat menerapkannya dengan cara sederhana, seperti membatasi frekuensi camilan manis, memilih air putih sebagai minuman utama dan menghindari kebiasaan memberikan makanan atau minuman manis menjelang tidur.

Selain pola makan, kebersihan gigi juga tidak boleh diabaikan. Anak perlu dibiasakan menyikat gigi dua kali sehari menggunakan pasta gigi berfluoride. Untuk anak yang masih kecil, orang tua sebaiknya mendampingi dan membantu memastikan seluruh permukaan gigi dibersihkan.

CDC menyebut gigi berlubang yang tidak ditangani dapat menyebabkan nyeri dan berpengaruh terhadap kemampuan anak untuk makan, berbicara, bermain maupun belajar.

Karena itu, menjaga kesehatan gigi anak bukan sekadar mengurangi permen. Yang tidak kalah penting adalah memperhatikan seberapa sering anak mengonsumsi makanan dan minuman manis, menjaga kebersihan gigi, serta membangun kebiasaan sehat sejak dini.

Related posts

5 Makanan yang Sebaiknya Tak Sering Dipanaskan Berulang Kali

Rizki

Cuma Mau Scroll Sebentar, Kok Tahu-Tahu Sudah Tengah Malam?

R'sya Rahmadina

Sebelum Tidur, Coba Biasakan 7 Hal Ini agar Besok Tak Terasa Berantakan

Rizki