Samarinda, Infosatu.co – Sebanyak 18 atlet putri softball Kalimantan Timur (Kaltim) siap berlaga pada The Jogja Women’s Open Tournament Softball 2026 yang berlangsung di Lapangan Softball Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), 10-13 September 2026.
Keikutsertaan tim softball putri Kaltim dalam turnamen tersebut menjadi bagian dari proses pembinaan atlet muda. Selain memburu hasil terbaik, kompetisi ini dimanfaatkan untuk menambah pengalaman bertanding dan mengukur perkembangan para atlet menghadapi tim dari berbagai daerah.
Pada turnamen tersebut, Kaltim akan bersaing dengan enam tim peserta lainnya. Persaingan tersebut menjadi kesempatan bagi 18 atlet untuk mendapatkan jam terbang sekaligus melihat sejauh mana hasil pembinaan yang selama ini dijalani mampu diterapkan dalam pertandingan.
Ketua Umum KONI Kaltim Anderiy Syachrum menyampaikan apresiasi atas semangat para atlet yang tetap menjalani persiapan dan keberangkatan di tengah keterbatasan dana.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak semestinya menjadi penghalang bagi atlet untuk mendapatkan kesempatan bertanding. Terlebih, pengalaman mengikuti kompetisi dibutuhkan untuk menjaga keberlanjutan pembinaan atlet di Kaltim.
“Meski dengan keterbatasan dana, semangat anak-anak untuk bertanding tidak boleh surut. Karena pertandingan seperti ini penting untuk menambah pengalaman dan melihat perkembangan mereka,” ujar Anderiy, Rabu, 9 September 2026.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak CSR yang turut membantu keberangkatan kontingen. Dukungan tersebut, kata Anderiy, turut membuka ruang bagi para atlet untuk tetap mengikuti kompetisi di luar daerah.
“Kami berterima kasih kepada pihak CSR yang sudah memberikan dukungan. Bantuan seperti ini sangat berarti, sehingga anak-anak tetap bisa berangkat dan mendapatkan pengalaman bertanding,” katanya.
Sementara itu Ketua Pengprov Persatuan Baseball dan Softball Seluruh Indonesia (Perbasasi) Kaltim Nidya Listiyono turut memberikan motivasi kepada para atlet yang akan membawa nama Kaltim di Yogyakarta.
Keberangkatan ke Yogyakarta bukan sekadar memenuhi agenda pertandingan. Para atlet dituntut memanfaatkan setiap laga untuk menunjukkan kemampuan yang telah mereka bangun selama menjalani latihan, sekaligus menjaga nama Kaltim di tengah persaingan antartim.
Ia pun meminta para pemain menjaga semangat sejak pertandingan pertama hingga laga terakhir.
“Pantang pulang sebelum menang,” tegas Nidya.
