Surabaya, infosatu.co – Kawasan Kota Tua Surabaya semakin ramai dikunjungi wisatawan, terutama pada sore hari.
Selain udaranya lebih sejuk, suasana bangunan tua yang berpadu dengan cahaya matahari terbenam menghadirkan nuansa klasik yang khas.
Salah satu cara menikmati kawasan ini adalah dengan menggunakan kendaraan toerawagen.
Kendaraan wisata terbuka yang mengantar pengunjung berkeliling menyusuri jejak sejarah kota.
Dalam rute wisatanya, toerawagen membawa pengunjung singgah di tiga titik utama yang memiliki nilai sejarah tinggi.
Spot pertama gedung pabrik sirup peninggalan kolonial di Surabaya disebut Pabrik Limoen J.C. van Drongelen dan Hellfach atau yang lebih dikenal dengan Pabrik Siropen Telasi.
Bangunan ini merupakan bekas pabrik sirup terkenal di Surabaya pada masa lalu. Berdiri sejak era kolonial Belanda, gedung ini dulu menjadi bagian penting dari aktivitas industri minuman di kota pelabuhan tersebut.
Hingga kini, bentuk arsitektur aslinya masih terjaga, dengan ciri khas dinding tebal, jendela besar, dan struktur bangunan bergaya Eropa.
Bagi wisatawan, gedung pabrik sirup ini menjadi daya tarik tersendiri karena menyimpan cerita tentang geliat industri Surabaya di masa lalu, selain juga menjadi lokasi favorit untuk berfoto dengan latar bangunan tempo dulu.
Spot kedua adalah Pos Bloc Surabaya. Gedung bersejarah ini memiliki nilai historis yang kuat, karena di sinilah Presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno, pernah tinggal semasa muda.
Selain berfungsi sebagai kantor pos pada masa kolonial, bangunan ini juga menjadi saksi perjalanan awal kehidupan Bung Karno sebelum menjadi tokoh besar bangsa.
Wisatawan yang singgah di lokasi ini biasanya mendengarkan penjelasan pemandu tentang kisah Bung Karno di Surabaya serta peran penting gedung tersebut dalam sejarah pergerakan nasional.
Spot ketiga adalah kawasan depan museum di area Kota Tua Surabaya. Area depan museum ini menjadi salah satu titik paling ramai dikunjungi wisatawan.
Selain karena lokasinya yang strategis, museum ini menyimpan berbagai koleksi sejarah perjuangan rakyat Surabaya, termasuk dokumentasi peristiwa pertempuran 10 November 1945.
Di pelataran depannya, wisatawan dapat melihat secara langsung bangunan bergaya kolonial yang masih berdiri kokoh, menikmati suasana sekitar Jembatan Merah, serta mengabadikan momen dengan latar ikon sejarah Kota Pahlawan.
Salah satu pengunjung dari Kaltim Dewi bersama temannya Arumi sangat menikmati perjalanannya.
Kata mereka, berkeliling dengan toerawagen memberikan pengalaman yang berbeda karena mereka bisa menikmati perjalanan tanpa harus berjalan jauh, sekaligus mendapatkan informasi sejarah langsung dari pemandu.
