Samarinda, Infosatu.co – Perbedaan keyakinan dan latar belakang tidak seharusnya menjadi penghalang bagi masyarakat untuk hidup berdampingan, apalagi menjadi alasan menghambat hak seseorang dalam menjalankan ibadah.
Di tengah keberagaman Kota Samarinda, kerukunan dan kesetaraan justru harus menjadi landasan utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Samarinda, Andi Harun, saat menghadiri Pesta Pembangunan dan Gotilon Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Samarinda Resor Sentosa, Minggu, 1 November 2026.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Tepian itu disambut hangat oleh seluruh jemaat. Andi Harun hadir bersama sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda serta anggota Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP). Suasana kekeluargaan terlihat ketika ia berbaur dan berinteraksi langsung dengan jemaat.
Dalam sambutannya, Andi Harun menyampaikan apresiasi atas undangan sekaligus mengajak seluruh masyarakat menjadikan keberagaman sebagai kekuatan untuk mempererat persaudaraan.
Menurutnya, kemajuan Samarinda tidak mungkin hanya bertumpu pada satu kelompok, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan agama, suku, maupun latar belakang sosial.
“Tidak mungkin kita bisa merasakan kebahagiaan apabila tidak memiliki pandangan tentang kesetaraan dan saling menghargai, apa pun agamanya. Bahkan seseorang yang merasa berdosa sekalipun, pada waktunya akan membutuhkan kedekatan dengan Tuhan,” ungkap Andi Harun.
Andi Harun menegaskan, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga memperoleh perlakuan yang setara, termasuk dalam menjalankan kehidupan beragama. Karena itu, perbedaan keyakinan tidak boleh dijadikan sekat yang merusak persaudaraan maupun membatasi hak masyarakat.
Ia juga mengingatkan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berkaitan dengan infrastruktur dan fasilitas publik. Lebih dari itu, pembangunan harus disertai penguatan hubungan sosial, semangat gotong royong, serta kesadaran untuk saling menjaga.
“Kota ini tidak bisa dibangun hanya oleh satu kelompok. Semua memiliki peran dan tanggung jawab untuk membawa Samarinda menjadi lebih baik. Mari kita satukan hati, memperkuat kebersamaan, dan menjaga persatuan di tengah berbagai perbedaan,” ucap Andi Harun.
Dalam kesempatan tersebut, Andi Harun turut menyinggung upaya pemerintah menyelesaikan sejumlah persoalan pembangunan rumah ibadah yang sebelumnya mengalami hambatan. Ia mengungkapkan, proses penyelesaian dilakukan melalui komunikasi dan pendekatan langsung dengan pihak-pihak yang berkepentingan.
Menurutnya, setelah persoalan ditelusuri lebih jauh, sejumlah kendala ternyata lebih banyak berkaitan dengan komunikasi dan kesalahpahaman antarpihak, sehingga membutuhkan ruang dialog untuk menemukan penyelesaian.
“Beberapa gereja yang sebelumnya mengalami hambatan pembangunan, satu per satu kini sudah bisa kita selesaikan dengan baik. Ketika kita komunikasikan dan duduk bersama, persoalan yang ada akhirnya bisa menemukan jalan keluar,” ucap Andi Harun.
Andi Harun berharap pendekatan dialogis tersebut dapat terus dikedepankan dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat.
Dengan demikian, setiap warga dapat menjalankan aktivitas keagamaan secara aman dan nyaman tanpa terganggu oleh perbedaan maupun kepentingan kelompok.
Sementara itu, Pimpinan HKBP Samarinda Jemaat Sentosa, Pendeta Gading Simamora, menyampaikan apresiasi terhadap perhatian dan dukungan Pemerintah Kota Samarinda dalam menjaga kehidupan sosial serta mendorong pembangunan daerah.
Ia juga menyambut baik kehadiran Wali Kota dalam kegiatan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kehidupan keagamaan dan upaya memperkuat hubungan dengan masyarakat.
Sebagai ungkapan syukur sekaligus penghormatan, Pendeta Gading menyarungkan ulos, kain tenun tradisional khas Batak, kepada Andi Harun. Pemberian ulos tersebut menjadi simbol persaudaraan, penghargaan, dan eratnya hubungan antara jemaat HKBP dengan Pemerintah Kota Samarinda.
Momentum Pesta Pembangunan dan Gotilon itu sekaligus menjadi pengingat bahwa keberagaman merupakan bagian dari kekuatan Samarinda. Melalui sikap saling menghormati, kesetaraan, dan semangat kebersamaan, seluruh elemen masyarakat diharapkan dapat terus mengambil bagian dalam menjaga keharmonisan sekaligus mendorong kemajuan Kota Samarinda. (ADV)
