Samarinda, Infosatu.co – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur (Kaltim) mencapai 2.540 kejadian sepanjang Januari hingga Oktober 2026. Total luasan area terdampak tercatat mencapai 10.691,66 hektare.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim, penambahan kasus masih terjadi sepanjang Oktober dengan 677 kejadian yang menghanguskan 2.916,31 hektare lahan.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan, menuturkan jumlah tersebut merupakan akumulasi dari 1.863 kejadian dengan luas 7.775,35 hektare selama Januari hingga September, ditambah kejadian sepanjang Oktober.
“Akumulasi kejadian karhutla di Kalimantan Timur mencapai 2.540 kejadian hingga akhir Oktober,” kata Buyung saat dikonfirmasi, Minggu, 1 November 2026.
Berdasarkan jenis area terdampak, kebakaran didominasi kawasan lahan dengan luas mencapai 8.395,44 hektare. Sementara kawasan hutan yang terbakar mencapai 2.165,98 hektare dan area perkebunan warga seluas 130,24 hektare.
Dari sebaran wilayah, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mencatatkan luasan kebakaran terbesar, yakni 3.119,16 hektare dari 473 kejadian. Sedangkan Kabupaten Paser menjadi daerah dengan frekuensi kejadian karhutla tertinggi, mencapai 659 kejadian.
“Kabupaten Paser dan Kutai Kartanegara menjadi wilayah dengan akumulasi kejadian serta luasan terbakar tertinggi,” ujarnya.
Selain Kukar, luasan karhutla cukup besar juga tercatat di Kabupaten Paser mencapai 1.916,36 hektare, Kutai Barat 1.556,92 hektare, serta Penajam Paser Utara 1.384,49 hektare.
Sementara itu, Kabupaten Berau mencatatkan luasan terbakar 1.031,55 hektare dan Kota Samarinda mencapai 946,36 hektare.
Buyung mengatakan tim gabungan masih disiagakan untuk menangani karhutla sekaligus memperkuat koordinasi di seluruh wilayah Kaltim.
“Tim gabungan terus bersiaga serta menguatkan koordinasi penanganan karhutla di seluruh wilayah daerah,” tutupnya.
