infosatu.co
PEMERINTAH

Klaster Logistik Kaltim Dibentuk, Respons Bencana Ditarget Bergerak Kurang dari 72 Jam

Teks: Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) Rahmat Ramadhan (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Timur (Kaltim) Rahmat Ramadhan mengatakan pembentukan Klaster Logistik Penanggulangan Bencana Kaltim ditujukan untuk memperkuat koordinasi lintas sektor saat bencana terjadi.

Ia mengungkapkan, klaster tersebut dibentuk agar setiap pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama mengenai peran dan tanggung jawabnya, khususnya dalam penanganan logistik dan peralatan.

“Tujuan utamanya untuk menyamakan visi dan misi, kemudian bersama-sama lintas sektor apabila terjadi bencana. Semua ikut terlibat, siapa berbuat apa,” ujarnya di Samarinda belum lama ini.

Ia menjelaskan, pembentukan klaster bukan berarti menggantikan tugas dan fungsi yang sebelumnya telah dimiliki masing-masing instansi. Namun, wadah tersebut secara khusus memperkuat koordinasi pada bidang logistik dan peralatan.

“Memang sebelumnya sudah ada tugas dan fungsinya, cuma ini menguatkan. Dari pusat memang diminta untuk membentuk klaster logistik, khusus logistik dan peralatan,” jelasnya.

Rahmat menilai kebutuhan koordinasi tersebut penting karena dalam situasi bencana kerap muncul bantuan dari berbagai pihak yang belum terkoordinasi. Tanpa pengampu yang jelas, bantuan justru berpotensi tidak sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“Contoh simpelnya kebakaran, tiba-tiba banyak sumbangan dan sebagainya. Tidak ada yang mengampu ini siapa. Itu salah satunya,” sebutnya.

Karena itu, klaster akan mempertemukan berbagai unsur, mulai dari instansi vertikal, organisasi perangkat daerah (OPD), hingga dunia usaha. Koordinasi tersebut diharapkan membuat penanganan bencana lebih terarah sekaligus meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

“Pada intinya kami mengumpulkan lintas sektor, baik instansi vertikal, SKPD, kemudian dunia usaha untuk berkumpul bersama-sama bagaimana bencana ini bisa seminimal mungkin dampaknya dan bisa bergerak cepat kurang dari 72 jam,” tegasnya.

Rahmat menyampaikan koordinasi juga akan diperkuat dengan BPBD kabupaten/kota. Ketika terjadi bencana yang membutuhkan dukungan, daerah dapat berkoordinasi dengan BPBD Kaltim untuk mendapatkan bantuan.

Ia mencontohkan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Penajam Paser Utara dan Paser. Saat kondisi karhutla meningkat, BPBD Kaltim mengirimkan tim untuk membantu penanganan di lapangan.

“Penajam sudah clear, sudah aman, masuklah ke Paser yang waktu itu masih tinggi-tingginya. Sehingga kita support lagi dan alhamdulillah waktu itu sudah selesai,” tuturnya.

Ia menambahkan, pembentukan klaster saat ini masih dalam tahap sosialisasi dan diskusi. Setelah struktur dan mekanismenya rampung, proses akan dilanjutkan ke Biro Hukum sebelum diajukan untuk pengesahan oleh Gubernur Kaltim.

“Secepatnya. Karena di Indonesia baru ada 13 (klaster logistik). Insyaallah kalau ini sudah, maka 14,” pungkasnya.

Related posts

BPBD Catat 2.540 Kali Karhutla Terjadi di Kaltim, Lahan Terbakar Capai 10.691 Hektare

Rizki

Rudy Mas’ud Sisir Jalur Pesisir, Pantau Infrastruktur Sampai Maloy

R'sya Rahmadina

BPBD Kaltim Bentuk Klaster Logistik, Rantai Pasok Bantuan Disiapkan Sebelum Bencana

R'sya Rahmadina