Samarinda, Infosatu.co — Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) Sri Wahyuni mendorong Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kaltim untuk bertransformasi menjadi layanan kesehatan yang berdaya saing dan mampu menjadi rujukan.
Tidak hanya di tingkat provinsi tetapi juga kawasan Kalimantan dan Indonesia Timur.
Sri Wahyuni menyebut posisi strategis Kaltim, termasuk keberadaan Ibu Kota Nusantara (IKN), menjadi peluang besar bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan daerah.
Ia menilai RSUD di Samarinda dan Balikpapan memiliki peran penting sebagai rumah sakit rujukan.
“Posisi strategis Kalimantan Timur, termasuk keberadaan Ibu Kota Nusantara, menjadi peluang besar untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan daerah,” ujar Sri Wahyuni, Rabu 4 Februari 2026.
Menurutnya, rumah sakit daerah perlu memiliki peta layanan unggulan yang jelas untuk lima tahun ke depan, sejalan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).
Pemetaan tersebut mencakup jenis layanan unggulan, kebutuhan sarana prasarana hingga dukungan yang harus disiapkan pemerintah daerah.
“Kita perlu tahu ke mana arah pengembangan rumah sakit, apa layanan unggulannya, dan bagaimana mencapainya,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan sistem rujukan yang terintegrasi antara rumah sakit, puskesmas, fasilitas kesehatan swasta, BPJS, serta dunia pendidikan.
Menurutnya keterbukaan dan koordinasi antarfasilitas kesehatan sangat diperlukan agar pasien tidak mengalami kebingungan dalam proses rujukan.
Sri Wahyuni menambahkan, rumah sakit di era saat ini dituntut tidak hanya mampu melayani, tetapi juga menjadi institusi yang adaptif, efisien, transparan, dan unggul.
Transformasi tersebut membutuhkan investasi pada Sumber Daya Manusia (SDM), organisasi, dan teknologi informasi.
Ia berharap kehadiran Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA) dapat menjadi motor penggerak peningkatan kualitas RSUD di Kaltim.
Sehingga masyarakat merasa nyaman, percaya, dan bangga mendapatkan layanan kesehatan di daerahnya sendiri.
“ARSADA diharapkan menjadi motor penggerak peningkatan kualitas RSUD di Kaltim,” pungkasnya.
