Samarinda, Infosatu.co – Waktu malam sering menjadi kesempatan untuk menikmati waktu sendiri setelah seharian sibuk bekerja atau kuliah. Namun, keinginan menonton video, bermain ponsel, atau sekadar menggulir media sosial bisa membuat waktu tidur terus tertunda, meski tubuh sudah lelah.
Kebiasaan menunda tidur demi mendapatkan waktu luang ini dikenal sebagai revenge bedtime procrastination. Fenomena tersebut menggambarkan kondisi ketika seseorang mengorbankan waktu istirahat untuk menikmati aktivitas pribadi yang sulit dilakukan di tengah kesibukan sehari-hari.
Fenomena ini ditemukan dalam penelitian berjudul Gambaran Revenge Bedtime Procrastination pada Mahasiswa yang diterbitkan dalam Provitae: Jurnal Psikologi Pendidikan Universitas Tarumanagara pada 2024.
Penelitian tersebut menemukan 59,5 persen responden berada dalam kategori revenge bedtime procrastination tinggi, 39,6 persen kategori sedang, dan 0,9 persen kategori rendah. Sebanyak 93,8 persen responden menyebut jadwal harian yang padat sebagai salah satu alasan menunda tidur.
Temuan itu menunjukkan kesibukan sehari-hari menjadi salah satu faktor yang dilaporkan responden dalam kebiasaan menunda tidur. Namun, hasil penelitian terhadap mahasiswa tersebut tidak dapat digeneralisasikan kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Kebiasaan menunda tidur juga berkaitan dengan kualitas istirahat. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Health pada 2023, berdasarkan pengamatan terhadap 280 orang dewasa muda selama 14 hari, menemukan hubungan antara kecenderungan menunda tidur dan durasi tidur yang lebih pendek, waktu tidur lebih larut, serta perasaan kurang segar setelah bangun.
Artinya, waktu tambahan untuk bersantai pada malam hari berpotensi mengurangi kesempatan tubuh mendapatkan istirahat yang cukup jika kebiasaan tersebut terus berulang.
Untuk mengatasinya, waktu bersantai bisa dijadwalkan lebih awal agar tidak selalu mengambil jam tidur. Menentukan waktu tidur yang realistis juga dapat membantu membangun rutinitas istirahat yang lebih teratur.
Penelitian terhadap 119 mahasiswa yang diterbitkan dalam jurnal Sleep Medicine pada 2025 menemukan bahwa malam ketika mahasiswa memiliki rencana waktu tidur berkaitan dengan waktu tidur yang lebih awal dan durasi tidur yang lebih panjang.
Memiliki waktu untuk diri sendiri tetap penting di tengah kesibukan. Namun, kebutuhan untuk beristirahat juga tidak seharusnya terus dikorbankan demi mendapatkan waktu luang pada malam hari.
