infosatu.co
PENDIDIKAN

Pemkot Siapkan Program Beasiswa Australia bagi Mahasiswa Samarinda

Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menerima kunjungan Konsul Jenderal Australia untuk Makassar, Todd Dias. (Dok: Kominfo)

Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menjajaki kerja sama dengan pemerintah di Australia untuk membuka program beasiswa bagi mahasiswa asal Samarinda.

Skema tersebut ditargetkan mampu memberangkatkan sekitar 10 hingga 20 mahasiswa setiap tahun dengan dukungan pembiayaan dari pemerintah daerah.

Rencana itu disampaikan Wali Kota Samarinda Andi Harun saat menerima kunjungan Konsul Jenderal Australia untuk Makassar, Todd Dias, di Balai Kota Samarinda, belum lama ini.

Andi Harun mengatakan kerja sama yang sedang disiapkan tidak hanya berfokus pada akses pendidikan, tetapi juga membuka peluang kolaborasi antarlembaga pendidikan di kedua negara.

“Kami berencana meresmikan kerja sama khusus dengan pemerintah provinsi di Australia. Harapannya, ada peluang beasiswa dan skema pembiayaan bagi mahasiswa Samarinda mulai dari kuliah hingga lulus,” katanya.

Selain mahasiswa, Pemkot juga menyiapkan program peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN). Salah satu bidang yang menjadi perhatian ialah pengembangan Artificial Intelligence (AI) untuk mendukung transformasi pelayanan publik.

Menurut Andi Harun penguasaan teknologi AI menjadi kebutuhan yang tidak bisa dihindari. Karena itu, Pemkot berencana membiayai ASN yang akan menempuh pendidikan di perguruan tinggi Australia, khususnya pada bidang tersebut.

“Nanti biayanya ditanggung Pemkot. Yang penting warga kota bisa kuliah di sana. Kalau bisa, di bidang pengembangan AI, itu lebih bagus lagi,” ujarnya.

Ia menilai hubungan Indonesia dan Australia yang telah terjalin selama ini menjadi modal penting untuk memperluas kerja sama, terutama di sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.

Dalam pertemuan itu, Todd Dias menyampaikan apresiasi atas hubungan yang terjalin dengan Pemerintah Kota Samarinda selama dirinya bertugas sebagai Konsul Jenderal Australia untuk Makassar.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota. Setiap kali kami datang ke Samarinda, selalu diterima dengan baik,” ucapnya.

Todd, yang akan mengakhiri masa tugasnya di Indonesia dalam waktu dekat, juga menyinggung batalnya keterlibatan investor Australia dalam proyek pengembangan RSUD IA Moeis melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU).

Menurutnya, persoalan tersebut terjadi akibat miskomunikasi antara pihak investor dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI), bukan dengan Pemerintah Kota Samarinda.

Meski demikian, ia memastikan peluang kerja sama antara Australia dan Kota Samarinda masih terbuka.

“Saya berharap peluang investasi dan kerja sama antara Australia dengan Pemkot Samarinda masih terbuka lebar,” tutupnya.

Related posts

Sekolah Rakyat Terintegrasi Dibuka, 270 Anak dari Keluarga Kurang Mampu Mulai Sekolah

Rizki

Ruang Kelas Tak Layak Masih Jadi Kendala Pemerataan Pendidikan di Samarinda

Emmy Haryanti

Kondisi Ekonomi Keluarga di Samarinda Masih Jadi Penentu Anak Bertahan di Sekolah

Rizki