infosatu.co
PEMERINTAH

Efisiensi Anggaran Paksa Pemprov Kaltim Pangkas Drastis Penerima Program Umrah Gratis

Teks: Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni. (Rsya/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Kebijakan efisiensi anggaran memaksa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) memangkas secara drastis jumlah penerima Program Perjalanan Religi atau umrah gratis pada 2026.

Program yang tahun lalu mampu memberangkatkan ratusan peserta kini hanya dapat mengakomodasi 14 orang.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kaltim Sri Wahyuni mengatakan pengurangan kuota merupakan konsekuensi dari penyesuaian anggaran yang dilakukan pemerintah. Meski demikian, program tersebut tetap dipertahankan karena masih menjadi salah satu program prioritas daerah.

“Program umrah atau perjalanan religi volumenya turun dari tahun 2025. Itu pilihan yang harus kita lakukan ketika program prioritas tetap dilaksanakan, tetapi dengan pengurangan volume,” katanya usai rapat di DPRD Kaltim, Senin 13 Juli 2026.

Pada 2025, Program Perjalanan Religi tercatat memberangkatkan 880 penerima manfaat. Namun pada tahun ini, jumlah tersebut menyusut menjadi hanya 14 orang akibat keterbatasan fiskal.

Kendati kuota penerima berkurang, Sri Wahyuni memastikan besaran bantuan bagi setiap peserta tidak mengalami perubahan. Pemerintah tetap mengalokasikan anggaran sekitar Rp35 juta untuk setiap penerima manfaat.

“Doakan mudah-mudahan ke depan kita bisa melakukan penambahan. Anggarannya masih sama sekitar Rp35 juta per orang,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim Dasmiah mengungkapkan pihaknya sebelumnya telah mengusulkan agar kuota penerima tidak dipangkas terlalu dalam, setidaknya mencapai separuh dari realisasi tahun sebelumnya. Namun usulan tersebut belum dapat dipenuhi karena penyesuaian anggaran.

“Tahun ini hanya 14 orang karena efisiensi anggaran. Tahun kemarin 880 orang. Kami sebenarnya sudah mengajukan minimal separuh dari jumlah tahun lalu,” katanya.

Menurut Dasmiah, berkurangnya kuota penerima kemungkinan dipengaruhi karakter program yang bersifat bantuan langsung kepada individu sehingga tidak berkaitan secara langsung dengan indikator kinerja pemerintah daerah.

“Karena mungkin sifatnya bantuan kepada individu dan tidak langsung berkaitan dengan indikator kinerja, sehingga menjadi salah satu pertimbangan dalam efisiensi anggaran,” tuturnya.

Meski mengalami pemangkasan signifikan, Pemprov Kaltim memastikan Program Perjalanan Religi tidak dihentikan. Pemerintah berharap kuota penerima dapat kembali ditingkatkan apabila kondisi keuangan daerah membaik pada tahun-tahun mendatang.

Related posts

Efisiensi Anggaran Hambat Program Ketahanan Keluarga, DPPKB Ajukan Tambahan Dana

Emmy Haryanti

Pendidikan Antikorupsi Masuk MPLS, Samarinda Perkuat Karakter Siswa Sejak Hari Pertama

Emmy Haryanti

Berbagi Sedekah Ala Rudy Mas’ud

Ratu