infosatu.co
PENDIDIKAN

Hari Pertama MPLS di Bontang, Pendidikan Karakter dan Antiperundungan Jadi Pesan Utama

Teks: Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menyapa peserta didik baru saat meninjau pelaksanaan MPLS di SD Negeri 001 Bontang Utara. (Dok: Prokompim Bontang)

Bontang, Infosatu.co – Pendidikan karakter dan upaya mencegah perundungan menjadi pesan utama yang disampaikan kepada para siswa pada hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kota Bontang.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni mengatakan sekolah harus menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh peserta didik.

Ia mengajak siswa untuk saling menghormati serta membangun hubungan yang baik sejak hari pertama masuk sekolah.

“Sekolah adalah rumah kedua yang harus aman, nyaman, dan menyenangkan. Saya minta kakak kelas menyayangi adik-adiknya, dan mari kita bersama-sama menolak segala bentuk perundungan di lingkungan sekolah,” ujarnya usai meninjau pelaksanaan MPLS di TK Negeri 3 dan SD Negeri 001 Bontang Utara, Senin, 13 Juli 2026.

Saat berinteraksi dengan siswa TK, Neni juga mengajak anak-anak membiasakan perilaku positif sejak dini, seperti berdoa sebelum belajar, berbagi dengan teman, tertib bergantian menggunakan mainan, serta bertanggung jawab merapikan kembali perlengkapan yang telah digunakan.

Usai meninjau ruang kelas, ia mengapresiasi kesiapan sekolah menyambut tahun ajaran baru dan berharap kualitas layanan pendidikan di Bontang terus meningkat sehingga mampu menciptakan lingkungan belajar yang nyaman bagi peserta didik.

Selain menyoroti pentingnya lingkungan sekolah yang aman, Neni juga menekankan keberhasilan seorang anak tidak hanya ditentukan oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh karakter, dedikasi, dan akhlak.

Melalui ilustrasi uang pecahan Rp100 ribu, ia menjelaskan nilai seseorang tetap ditentukan oleh kualitas dirinya, bukan semata-mata oleh prestasi akademik.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara orang tua dan sekolah. Mari kita bangun anak-anak kita dengan penuh kasih sayang,” katanya.

Ia turut mengapresiasi Gerakan Ayah Wajib Hadir sebagai bentuk sinergi keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Lebih lanjut, Neni mendorong seluruh siswa menerapkan nilai Berbakti dan Berprestasi, Disiplin dan Spiritual, serta Pola Hidup Sehat sebagai bekal dalam menempuh pendidikan.

Menurutnya, pembentukan karakter sejak hari pertama sekolah menjadi fondasi penting untuk mencetak generasi yang berakhlak mulia, cerdas, disiplin, dan mampu membanggakan keluarga, daerah, bangsa, serta negara.

“Pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara orang tua dan sekolah. Mari kita bangun anak-anak dengan penuh kasih sayang, sehingga tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, cerdas, disiplin, dan membanggakan,” pungkasnya.

Related posts

Ketimpangan Kuota SPMB Jadi PR Besar, Dewan Soroti Sebaran Daya Tampung SMPN

Emmy Haryanti

Disdikbud Kaltim Tegaskan Kelulusan SPMB Bisa Dibatalkan Jika Dokumen Tak Valid

Emmy Haryanti

Kemensos Pastikan 270 Siswa Baru Siap Tempati Sekolah Rakyat di Palaran

Rizki