Bontang, Infosatu.co – Program “Bontang Terang Terus” kembali mendapat alarm dari DPRD Kota Bontang. Komisi C menilai besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk penerangan jalan umum (PJU) harus dibarengi dengan target kerja yang jelas dan terukur.
Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang Alfin Rausan Fikry meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Bontang tidak hanya fokus pada penganggaran setiap tahun tanpa adanya kepastian penyelesaian kebutuhan PJU di lapangan.
Menurutnya, program yang sudah berjalan bertahun-tahun itu perlu memiliki arah dan capaian yang jelas agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
“Jangan sampai setiap tahun hanya dianggarkan, tapi lima tahun tidak selesai. Ini yang kami khawatirkan,” ujarnya, Senin, 11 Mei 2026.
Ia menilai selama ini belum ada gambaran pasti mengenai jumlah titik yang berhasil ditangani setiap tahun dibanding total kebutuhan PJU di Kota Bontang.
Karena itu, DPRD meminta Dishub menyusun perencanaan yang lebih rinci agar progres pekerjaan dapat diukur dan dievaluasi secara terbuka.
“Kalau tidak ada target yang jelas, kita akan kesulitan mengukur progresnya. Harus ada gambaran berapa persen yang sudah tercapai dari total kebutuhan di lapangan,” katanya.
Dalam pembahasan program tersebut, diketahui pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp16 miliar untuk mendukung program penerangan jalan umum tahun 2026.
Namun, Komisi C mengingatkan penggunaan anggaran besar itu harus berdampak nyata terhadap peningkatan kualitas penerangan jalan dan keselamatan masyarakat.
Selain pemasangan baru, DPRD juga meminta perhatian terhadap banyaknya fasilitas PJU lama yang mengalami kerusakan dan belum tertangani secara maksimal.
Sementara itu, pihak Dinas Perhubungan Kota Bontang menyebut masih terdapat sekitar 600 titik PJU yang membutuhkan penanganan di berbagai wilayah Kota Bontang.
Dishub juga mengungkapkan sejumlah kendala di lapangan, termasuk perubahan status kewenangan jalan yang turut memengaruhi proses pengerjaan dan pemeliharaan fasilitas penerangan.
Meski demikian, DPRD menegaskan program “Bontang Terang Terus” harus tetap berjalan dengan perencanaan yang lebih terarah agar tidak hanya menjadi agenda rutin tahunan tanpa hasil yang signifikan bagi masyarakat.
“Yang terpenting sekarang bagaimana program ini benar-benar berjalan efektif dan masyarakat bisa merasakan manfaatnya secara langsung,” pungkas Alfin. (Adv)
