Samarinda, Infosatu.co – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi El Nino yang diperkirakan menguat mulai Agustus 2026.
Kondisi tersebut diprediksi memicu musim kemarau yang lebih panjang dan kering sehingga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kebakaran permukiman, serta kekeringan.
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Kota Samarinda Hamzah mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan cuaca melalui koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).
Selain itu, edukasi kepada masyarakat juga terus dilakukan agar dampak El Nino dapat diminimalkan.
“Prediksi menunjukkan El Nino akan cukup kuat sehingga musim kemarau berpotensi berlangsung lebih lama dengan curah hujan yang lebih rendah dari kondisi normal,” ujar Hamzah saat dikonfirmasi, Jumat 17 Juli 2026.
Ia menjelaskan, suhu udara yang meningkat selama musim kemarau menyebabkan vegetasi lebih cepat mengering sehingga mudah terbakar. Kondisi tersebut membuat potensi karhutla maupun kebakaran di kawasan permukiman meningkat.
Di sisi lain, minimnya curah hujan juga berisiko mengurangi ketersediaan air, terutama bagi sektor pertanian dan perkebunan.
“Situasi ini memerlukan kesiapan semua pihak, bukan hanya pemerintah. Masyarakat, terutama yang bergantung pada ketersediaan air untuk bertani, juga perlu melakukan langkah antisipasi,” katanya.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan, BPBD mengimbau warga menyiapkan tas siaga bencana yang berisi dokumen penting, perlengkapan pertolongan pertama, obat-obatan, serta uang tunai untuk kebutuhan darurat.
Menurut Hamzah, BPBD telah memiliki Kajian Risiko Bencana (KRB) Kota Samarinda yang memuat peta wilayah rawan terhadap berbagai ancaman selama musim kemarau.
Berdasarkan pemetaan tersebut, Kecamatan Samarinda Utara, Sambutan, dan Palaran menjadi kawasan dengan tingkat kerawanan tertinggi terhadap kebakaran hutan dan lahan.
Sementara itu, wilayah perkotaan seperti Kecamatan Samarinda Kota memiliki risiko karhutla yang lebih rendah karena keterbatasan kawasan hutan. Meski demikian, ancaman kebakaran permukiman tetap perlu diwaspadai.
“Masyarakat dapat mengakses informasi kerawanan melalui aplikasi InaRISK. Kami juga terus mengingatkan agar tidak membuka lahan dengan cara membakar karena dapat memicu kebakaran yang lebih luas,” terangnya.
BPBD juga meminta masyarakat mulai menggunakan air secara bijak selama musim kemarau. Penurunan curah hujan diperkirakan akan memengaruhi debit Sungai Mahakam beserta anak-anak sungainya.
Bahkan, aliran di beberapa kawasan seperti Karang Mumus berpotensi menyusut apabila hujan tidak turun dalam waktu yang cukup lama.
Informasi pemetaan risiko tersebut telah dibagikan kepada sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), termasuk instansi yang menangani sektor pertanian dan perikanan, sebagai dasar penyusunan langkah mitigasi sejak dini.
Di sisi lain, sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar terus digencarkan melalui Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kota Samarinda yang melibatkan unsur pemerintah, akademisi, dunia usaha, media, hingga organisasi kemasyarakatan.
Dalam memantau perkembangan kondisi di lapangan, BPBD memanfaatkan laporan dari relawan kebencanaan di 59 kelurahan dan 10 kecamatan, layanan darurat 112, serta Info Taruna Samarinda.
Pemantauan juga dilakukan bersama Perumdam Tirta Kencana terkait ketersediaan air bersih dan Balai Wilayah Sungai (BWS) untuk mengawasi tinggi muka air Waduk Benanga.
“Seluruh data tersebut menjadi dasar dalam menentukan langkah kesiapsiagaan sehingga potensi dampak kekeringan maupun bencana lainnya dapat diantisipasi lebih cepat,” jelas Hamzah.
Ia menambahkan, upaya menghadapi dampak El Nino memerlukan sinergi berbagai pihak. Karena itu, BPBD terus memperkuat koordinasi dengan BMKG, BNPB, Dinas Pemadam Kebakaran, Satpol PP, Manggala Agni, serta instansi terkait lainnya agar penanganan dapat dilakukan secara terpadu.
“Kolaborasi menjadi faktor penting agar risiko bencana selama El Nino dapat ditekan dan masyarakat semakin siap menghadapi musim kemarau,” tutupnya.
