infosatu.co
KESEHATAN

Bontang Siapkan Komunikator Kesehatan untuk Edukasi Pencegahan Stunting

Teks: Kadinkes Bontang Toetoek Pribadi Ekowati pada kegiatan Orientasi Penguatan Komunikator Metode KAP bagi petugas kesehatan. (Infosatu.co/Adi)

Bontang, Infosatu.co – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting dengan menyiapkan lebih banyak komunikator kesehatan yang bertugas memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Langkah tersebut dilakukan melalui kegiatan Orientasi Penguatan Komunikator Metode Komunikasi Antar Pribadi (KAP) bagi Petugas Kesehatan yang digelar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bontang di Hotel Equator, Rabu, 3 Juni 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang Toetoek Pribadi Ekowati mengatakan perubahan perilaku masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam percepatan penurunan stunting.

Karena itu, diperlukan petugas kesehatan yang tidak hanya memahami aspek teknis kesehatan, tetapi juga mampu menyampaikan pesan-pesan kesehatan secara efektif kepada masyarakat.

Menurutnya, kampanye perubahan perilaku merupakan salah satu pilar dalam Strategi Nasional Percepatan Penurunan Stunting sebagaimana diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021.

“Kampanye perubahan perilaku bertujuan meningkatkan kesadaran, pemahaman, dan partisipasi aktif masyarakat melalui edukasi kesehatan dan gizi untuk mendukung percepatan penurunan stunting,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tantangan dalam pelaksanaan edukasi kesehatan tidak terlepas dari keberagaman budaya, kebiasaan, serta karakteristik masyarakat.

Kondisi tersebut membuat pendekatan komunikasi perlu disesuaikan agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan diterapkan oleh masyarakat.

Karena itu, metode KAP dinilai penting untuk memperkuat kemampuan petugas kesehatan dalam membangun komunikasi yang lebih efektif dengan kelompok sasaran, khususnya keluarga yang berisiko stunting.

Melalui kegiatan tersebut, Dinkes Bontang berharap jumlah komunikator kesehatan yang memiliki kemampuan edukasi dan pendampingan masyarakat semakin bertambah sehingga program pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal.

“Petugas kesehatan merupakan ujung tombak dalam memberikan pemahaman kepada masyarakat. Semakin banyak komunikator yang terlatih, semakin luas pula jangkauan edukasi yang dapat dilakukan,” tutup Toetoek.

Related posts

Bontang Bidik Stunting Satu Digit melalui Penguatan Perubahan Perilaku Masyarakat

Rizki

Dokter RSUD AWS yang Diduga Malapraktik Tak Boleh Pasang Ring Dulu, Kemenkes Segera Audit

Ratu

Usai Pesta Daging Iduladha, Waspada Ancaman Kesehatan Mulai Mengintai

Emmy Haryanti