infosatu.co
Lifestyle

Makan Buah Sebelum atau Sesudah Makan, Mana yang Lebih Baik?

Teks: Ilustari buah-buahan. (Istimewa)

Infosatu.co – Buah dikenal sebagai salah satu sumber vitamin, mineral, serat dan antioksidan yang penting bagi tubuh.

Rutin mengonsumsi buah dapat membantu meningkatkan daya tahan tubuh, melancarkan pencernaan, menjaga berat badan hingga menurunkan risiko berbagai penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung dan anemia.

Namun, satu pertanyaan yang masih sering menjadi perdebatan adalah, lebih baik makan buah sebelum atau sesudah makan?

Dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) dr. Tan Shot Yen menjelaskan bahwa hingga kini belum ada bukti ilmiah yang menyatakan ada waktu terbaik untuk mengonsumsi buah.

Baik sebelum maupun sesudah makan, buah tetap memberikan manfaat selama dikonsumsi secara rutin dan dalam jumlah yang cukup.

Makan Buah Sebelum Makan

Mengonsumsi buah sebelum makan dapat menjadi pilihan bagi seseorang yang ingin mengontrol berat badan atau mengurangi porsi makan.

Hal ini karena buah mengandung serat dan air yang tinggi sehingga membantu memberikan rasa kenyang lebih cepat.

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa makan buah utuh sebelum makan dapat membantu mengurangi total asupan kalori karena seseorang cenderung makan lebih sedikit saat makanan utama disajikan.

Buah tinggi serat seperti apel, pir, jambu biji dan pepaya dapat menjadi pilihan karena mampu memberikan rasa kenyang lebih lama sekaligus membantu memenuhi kebutuhan serat harian.

Makan Buah Setelah Makan Juga Tidak Masalah

Di sisi lain, makan buah setelah makanan utama juga tetap sehat. Buah tetap memberikan tambahan vitamin, mineral, serat dan antioksidan yang dibutuhkan tubuh.

Buah yang kaya vitamin C seperti jeruk, jambu biji, kiwi, stroberi dan pepaya dapat membantu meningkatkan penyerapan zat besi dari makanan, terutama jika menu utama mengandung daging, ikan, atau sayuran hijau. Hal ini bermanfaat untuk membantu mencegah anemia.

Beberapa buah juga mengandung enzim alami yang dapat membantu proses pencernaan. Misalnya pepaya dengan enzim papain dan nanas dengan enzim bromelain.

Selain itu, pisang, mangga, dan alpukat juga mengandung serat serta senyawa alami yang baik untuk menjaga kesehatan saluran cerna.

Mitos Buah Setelah Makan

Masih banyak anggapan bahwa makan buah setelah makan dapat membuat makanan “membusuk” di lambung atau menyebabkan gangguan pencernaan.

Faktanya, anggapan tersebut tidak didukung bukti ilmiah.

Sistem pencernaan manusia akan memproses seluruh makanan secara bertahap. Rasa begah atau kembung setelah makan umumnya lebih dipengaruhi oleh porsi makan yang berlebihan atau jenis makanan tertentu, bukan karena buah dikonsumsi setelah makan.

Bagaimana dengan Penderita GERD?

Bagi penderita GERD atau penyakit asam lambung, waktu dan jenis buah yang dikonsumsi juga perlu diperhatikan. Buah yang bersifat asam seperti jeruk, lemon, nanas, dan tomat dapat memicu keluhan pada sebagian orang jika dikonsumsi saat perut kosong.

Sebaliknya, buah yang cenderung rendah asam seperti pisang, pepaya, melon, semangka, dan alpukat umumnya lebih nyaman dikonsumsi karena tidak mudah memicu naiknya asam lambung. Jika memiliki GERD, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mengetahui jenis buah yang paling sesuai dengan kondisi masing-masing.

Jadi, Mana yang Lebih Baik?

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menyatakan bahwa makan buah sebelum atau sesudah makan lebih unggul satu sama lain.

Keduanya sama-sama memberikan manfaat bagi kesehatan, hanya tujuan konsumsinya yang sedikit berbeda.

Jika ingin membantu mengontrol nafsu makan dan menjaga berat badan, makan buah sebelum makan bisa menjadi pilihan.

Sementara itu, jika ingin melengkapi kebutuhan vitamin dan membantu penyerapan zat besi, makan buah setelah makan juga tidak menjadi masalah.

Yang terpenting bukanlah waktu mengonsumsinya, melainkan memastikan kebutuhan buah harian terpenuhi.

Kementerian Kesehatan RI melalui Pedoman Gizi Seimbang menganjurkan masyarakat mengonsumsi sekitar 2-3 porsi buah atau setara 200-300 gram per hari sebagai bagian dari pola makan sehat.

Jadi, tidak perlu bingung menentukan waktu makan buah. Selama dikonsumsi secara rutin, dalam jumlah yang cukup, dan menjadi bagian dari pola makan bergizi seimbang, manfaat buah bagi kesehatan akan tetap diperoleh secara optimal.

Related posts

Tas Tak Lagi Mengenal Gender, Banyak Model yang Kini Dipakai Pria dan Wanita

Emmy Haryanti

Benarkah Air Es Bikin Gemuk? Ini Penjelasan Ilmiah yang Perlu Diketahui

Emmy Haryanti

Tak Perlu Diet Ketat, Pola Makan Sehat Bisa Dimulai dari Isi Piring Sehari-hari

Emmy Haryanti