Bontang, infosatu.co – Isu etika bermedia di tengah pesatnya perkembangan teknologi, menjadi sorotan dalam Lomba Desain Poster dan Video Pendek tingkat Kota Bontang Kalimantan Timur (Kaltim) tahun 2026.
Kegiatan yang diikuti puluhan pelajar tersebut digelar di Auditorium Taman 3D, Jalan Awang Long, Sabtu, 25 Maret 2026.
Kompetisi yang diselenggarakan oleh CPanel STITEK Bontang mengusung tema “Digital Ethics & Creative Technology for Gen-Z” dan diikuti 69 peserta dari tingkat SMP hingga SMA/sederajat se-Kota Bontang.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni yang hadir dalam kegiatan tersebut menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perubahan teknologi, sekaligus memiliki kapasitas sumber daya manusia yang mumpuni.
“Kita, Pemerintah Kota Bontang, harus hadir dalam rangka menyiapkan SDM yang berkualitas. Ini juga selaras dengan perintah agama untuk terus membaca dan belajar,” ujar Neni.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus berupaya mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui berbagai program, mulai dari pemberian seragam, sepatu, dan tas sekolah gratis hingga bantuan pembiayaan kuliah bagi mahasiswa.
“Pendidikan menjadi salah satu fokus utama kami. Harapannya, generasi muda Bontang mampu bersaing dan berkontribusi bagi kemajuan daerah,” katanya.
Neni juga mendorong para pelajar untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital sebagai ruang kreativitas, termasuk melalui karya visual seperti film pendek atau konten digital.
“Saya berharap ke depan anak-anak Bontang bisa beraktualisasi membuat film-film pendek yang kreatif. Ini bisa menjadi bagian dari pengembangan ekonomi kreatif melalui digitalisasi,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite I DPD RI Andi Sofyan Hasdam mengingatkan para peserta tentang pentingnya budaya literasi serta kehati-hatian dalam menggunakan media sosial.
Ia menyoroti kecenderungan masyarakat yang sering membagikan informasi tanpa membaca secara utuh, sehingga rentan terprovokasi dan berpotensi menimbulkan persoalan hukum, termasuk terkait Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
“Kita harus menjadi bangsa pembaca. Jangan sampai karena malas membaca informasi secara utuh, lalu terprovokasi dan akhirnya berhadapan dengan hukum,” ujarnya.
Menurutnya, generasi muda saat ini hidup di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat, termasuk hadirnya kecerdasan buatan yang mulai digunakan dalam berbagai bidang.
“Anak-anak sekarang hidup di era kemajuan teknologi, di mana kecerdasan buatan atau AI sudah bisa membantu diagnosis medis. Karena itu, gunakan gawai untuk hal-hal yang kreatif dan bermanfaat,” tegasnya.
Acara tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Kota Bontang Anwar Sadat, Ketua STITEK Bontang Zaini, Ketua CPanel Nur Hidayah, Pembina CPanel Fiky Anggara, serta Ketua Panitia Akmal Nuryazid.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan piala dan hadiah kepada para pemenang yang dinilai berhasil menampilkan kreativitas melalui karya poster dan video pendek bertema etika digital di era teknologi. (Adv)
