Pasuruan, infosatu.co – Potensi gesekan suporter jelang “laga panas” antara Persis Solo kontra Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Malang, diantisipasi serius.
Polres Pasuruan langsung bergerak cepat dengan menyiagakan puluhan personel dan melakukan penyekatan di Exit Tol Purwodadi, Pasuruan, Jawa Timur (Jatim).
Langkah ini bukan tanpa alasan. Titik tersebut dikenal sebagai jalur krusial perbatasan antara wilayah hukum Pasuruan dan Malang rawan dilintasi rombongan suporter.
Total 59 personel diterjunkan: 29 personel berjaga di Simpang 3 Exit Tol Purwodadi, sementara 30 personel Dalmas Rayon Selatan disiagakan sebagai kekuatan pengendali massa.
Kapolsek Purwodadi, AKP Mochammad Yusuf, menegaskan bahwa pengamanan ini adalah bentuk langkah preventif untuk menutup celah potensi gangguan keamanan.
“Penempatan personel dan penyekatan ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas, khususnya pergerakan suporter menuju wilayah Kabupaten Malang,” tegasnya, Sabtu 18 April 2026.
Hingga operasi berlangsung, situasi di lapangan terpantau steril dan kondusif.
Belum ada tanda-tanda pergerakan suporter dari arah tersebut menuju Malang.
“Selama kegiatan, situasi aman, lancar, dan kondusif. Belum ditemukan adanya suporter yang melintas melalui titik ini,” imbuhnya.
Pengamanan ketat ini juga berkaca pada pengalaman tahun-tahun sebelumnya, di mana rivalitas suporter di Jawa Timur sempat memicu kerusuhan. Karena itu, aparat tak ingin lengah.
Kapolres Pasuruan, AKBP Harto Agung Cahyono, menegaskan komitmennya untuk mengedepankan pencegahan demi menjaga stabilitas wilayah.
“Kami mengedepankan langkah preventif agar situasi tetap aman dan kondusif,” singkatnya.
Polres Pasuruan pun mengimbau seluruh suporter dan masyarakat untuk menahan diri, menjaga sportivitas, serta mematuhi aturan, demi terciptanya suasana pertandingan yang aman tanpa noda konflik.
