Kota Pasuruan, infosatu.co – Komitmen menjaga keamanan dan ketertiban kembali, dibuktikan Polres Pasuruan Kota, Jawa Timur (Jatim). Salah satunya aksi balap liar.
Aksi bal liar yang meresahkan warga ini, berhasil dibubarkan dalam respon cepat petugas setelah menerima laporan melalui layanan Call Center 110, Sabtu dini hari, 18 April 2026.

Aksi ugal-ugalan yang membahayakan itu terpantau di dua titik rawan, yakni di Jalan Dr. Wahidin Sudiro Husodo dan Jalan Panglima Sudirman, Kota Pasuruan, Jawa Timur.
Sekelompok remaja diduga hendak menggelar balap liar yang tak hanya mengancam keselamatan diri sendiri, tetapi juga pengguna jalan lainnya.
Tak butuh waktu lama, laporan warga langsung ditindaklanjuti. Personel Polres Pasuruan Kota yang dipimpin Perwira Pengawas Iptu Mintarta bergerak cepat menuju lokasi.
Setibanya di tempat kejadian, petugas mendapati sejumlah remaja yang sudah bersiap melakukan aksi berbahaya tersebut.
Dengan langkah tegas dan terukur, aparat langsung melakukan pembubaran di lokasi.
Hasilnya, empat remaja berhasil diamankan bersama dua unit sepeda motor yang diduga akan digunakan untuk balap liar.
Keempat remaja itu kemudian dibawa ke Mapolres Pasuruan Kota untuk didata dan diberikan pembinaan.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif agar mereka tidak mengulangi perbuatannya.
Sementara itu, kendaraan yang diamankan dijadikan barang bukti untuk proses penindakan sesuai aturan yang berlaku.
Kabag Ops Polres Pasuruan Kota, Kompol Miftahul MBK, menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aktivitas yang mengganggu ketertiban umum.
“Kami berkomitmen untuk menindaklanjuti setiap aduan masyarakat, terutama yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban,” tegasnya, Sabtu 18 April 2026.
Ia juga mengingatkan peran penting orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anaknya, agar tidak terjerumus dalam kegiatan negatif seperti balap liar yang berisiko tinggi.
Polres Pasuruan Kota pun mengajak masyarakat untuk terus aktif bersinergi menjaga kondusifitas wilayah. Laporan cepat melalui Call Center 110 terbukti menjadi kunci dalam mencegah gangguan keamanan sejak dini.
