Samarinda, Infosatu.co – Rendahnya kesadaran sebagian orang tua terhadap pentingnya pendidikan anak usia dini (PAUD) dinilai menjadi penyebab utama masih tingginya jumlah anak usia PAUD yang belum mengakses pendidikan di Kota Samarinda.
Kondisi tersebut membuat kelompok usia PAUD menjadi penyumbang terbesar dari sekitar 6.000 anak usia sekolah yang tercatat belum bersekolah.
Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kota Samarinda, Sri Puji Astuti mengatakan masih banyak orang tua yang belum memandang PAUD sebagai kebutuhan penting bagi anak. Padahal, pendidikan usia dini berperan besar dalam mendukung tumbuh kembang anak sekaligus menjadi fondasi sebelum memasuki jenjang sekolah dasar.
“Masih banyak orang tua yang belum menganggap PAUD itu penting. Padahal pendidikan sejak usia dini sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat 24 Juli 2026.
Sri Puji menjelaskan, data sekitar 6.000 anak yang belum bersekolah merupakan akumulasi anak usia sekolah mulai dari kelompok usia PAUD hingga sekitar 15 tahun. Namun, jumlah terbanyak berasal dari anak usia PAUD yang belum pernah mengakses layanan pendidikan.
Menurutnya, persoalan tersebut memerlukan perhatian bersama. Selain meningkatkan kesadaran masyarakat, pemerintah juga perlu terus memperluas akses layanan PAUD, mengingat jumlah PAUD negeri di Samarinda masih terbatas dibandingkan kebutuhan masyarakat.
Ia berharap kebijakan wajib belajar satu tahun PAUD dapat meningkatkan angka partisipasi pendidikan usia dini sehingga lebih banyak anak memperoleh kesempatan belajar sejak dini sebagai bagian dari pemenuhan hak anak atas pendidikan.
“Karena pemenuhan akses pendidikan bagi anak merupakan bagian dari upaya memenuhi hak-hak anak agar dapat tumbuh, berkembang, dan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih masa depan yang lebih baik,” tandas Puji.
