Samarinda, Infosatu.co — Wali Kota Samarinda Andi Harun menyoroti maraknya informasi yang dinilai tidak objektif dan cenderung provokatif di media sosial. Ia menyebut, sebagian konten bahkan sengaja dipelintir untuk menciptakan konflik dan menggiring opini publik ke arah tertentu.
Menurut Andi Harun, fenomena ini tidak bisa dilepaskan dari adanya kepentingan tertentu yang bermain di balik produksi konten. Ia menilai, meskipun sebagian besar media sosial masih sehat, tetapi ada segelintir pihak yang sengaja ‘menggoreng’ isu demi kepentingan politik.
“Ada yang memang diproduksi untuk memanaskan suasana, bahkan seolah-olah saya dibenturkan dengan pihak tertentu,” ujarnya saat ditemui di Balai Kota Samarinda, Rabu, 24 Juni 2026.
Ia menegaskan, pemerintah memiliki kemampuan untuk melacak sumber informasi yang tidak valid, termasuk melalui jejak digital. Bahkan tanpa teknologi canggih sekalipun, pola-pola penyebaran informasi dinilai bisa dikenali.
“Jejak digital itu tidak bisa dihapus. Kita bisa tahu arah dan motifnya,” tegasnya.
Salah satu isu yang kerap menjadi sorotan di media sosial adalah proyek terowongan Samarinda. Menurutnya, informasi yang beredar sering kali tidak utuh, sehingga memunculkan persepsi keliru di masyarakat.
“Yang sering digoreng itu terowongan. Padahal sudah berulang kali saya jelaskan, secara fisik sudah siap, tapi belum bisa dioperasikan karena menunggu izin dari Kementerian PUPR,” jelasnya.
Ia menyayangkan adanya pemotongan pernyataan yang menghilangkan konteks utama, sehingga terkesan seolah proyek tersebut bermasalah. Padahal, kata dia, pemerintah justru sedang berupaya menaati aturan yang berlaku.
Meski demikian, Andi Harun mengaku tidak ingin terjebak dalam polemik yang menguras energi. Ia memilih fokus bekerja dan menjalankan amanah sebagai kepala daerah.
“Saya pilih kerja saja. Tidak ada waktu meladeni hal-hal yang tidak produktif,” katanya.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika politik menuju tahun-tahun mendatang tidak boleh mengganggu stabilitas daerah. Menurutnya, terlalu jauh memikirkan agenda politik justru bisa mengalihkan fokus dari tanggung jawab saat ini.
“Yang penting jalankan amanah sekarang dengan sebaik-baiknya. Itu saja belum tentu sempurna,” tutupnya.
