Samarinda, Infosatu.co – Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) Samarinda Maskuri menyebut populasi hewan pembawa rabies (HPR) yang berhasil dihimpun mencapai sekitar 2.700 ekor hingga 2026. Namun, angka tersebut belum mencakup seluruh populasi karena masih banyak hewan yang belum terdata.
Ia menjelaskan, data tersebut merupakan akumulasi yang dihimpun melalui kelompok profesi dan komunitas penghobi hewan.
“Belum lagi yang tidak terdata. Inilah yang menjadi keprihatinan kita, sebenarnya populasi HPR kita, seperti monyet, anjing, kucing, itu yang kita tidak bisa kontrol secara maksimal,” ujarnya di Samarinda, Senin, 2 November 2026.
Ia mengaku, data 2.700 ekor tersebut juga belum dikurangi dengan jumlah hewan yang telah mati. Dengan demikian, angka itu belum menggambarkan jumlah populasi HPR yang masih hidup secara pasti.
Meski demikian, hingga semester berjalan 2026, pihaknya belum menemukan kasus rabies yang terkonfirmasi positif melalui pemeriksaan laboratorium di Samarinda.
Untuk memperluas jangkauan pendataan, Distapangtani mulai membangun kerja sama dengan shelter swasta serta komunitas cat lover dan dog lover.
Keterlibatan kelompok tersebut diharapkan membantu pemerintah memperoleh informasi mengenai populasi HPR yang selama ini belum tercatat. Pendataan yang lebih luas juga diperlukan agar pemerintah memiliki gambaran mengenai perkembangan populasi hewan di Samarinda.
