infosatu.co
Samarinda

HMI Samarinda Cecar PLN soal 4 Pembangkit yang Bermasalah

Teks: HMI Cabang Samarinda menggelar aksi di Kantor PLN UP3 Samarinda, menuntut transparansi penyebab gangguan empat pembangkit yang berdampak pada pemadaman listrik bergilir. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Samarinda menilai Manajer PLN UP3 Samarinda Adrian Sitompul belum mampu menjelaskan secara mendasar penyebab gangguan pada empat unit pembangkit yang disebut berdampak pada pemadaman listrik bergilir di Kota Samarinda.

Dalam aksi di Kantor PLN UP3 Samarinda, Kamis, 29 Oktober 2026, HMI mempertanyakan penjelasan Adrian mengenai gangguan tersebut. Mahasiswa menilai jawaban yang diberikan belum menguraikan secara terperinci penyebab masing-masing pembangkit mengalami masalah, padahal pemadaman bergilir telah berlangsung sekitar empat bulan.

Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan dan Pemuda HMI Cabang Samarinda Muhammad Shefa menuturkan penjelasan PLN tidak menjawab pertanyaan utama yang mereka bawa dalam aksi tersebut.

“Jawaban mereka hari ini masih mengawang dan belum mampu menjelaskan kepada kawan-kawan HMI maupun publik apa sebenarnya yang terjadi dengan pembangkit tersebut,” ujar Shefa.

Menurutnya, penyebutan empat pembangkit yang mengalami gangguan seharusnya disertai penjelasan mengenai penyebab kerusakan, kondisi masing-masing unit, serta langkah penanganan yang dilakukan PLN.

Tanpa rincian tersebut, masyarakat dinilai belum mendapatkan gambaran yang jelas mengenai persoalan yang menyebabkan pasokan listrik terbatas.

Shefa juga mengkritik cara Adrian menyampaikan penjelasan yang dinilai bertele-tele dan tidak menyentuh persoalan secara mendasar. Kondisi itu memunculkan kekecewaan di kalangan mahasiswa, sekaligus menimbulkan pertanyaan mengenai keterbukaan informasi PLN kepada publik.

Shefa bahkan menilai penjelasan yang disampaikan pihak PLN menimbulkan kesan ada informasi yang belum dibuka secara terang kepada publik.

Menurut pandangannya, jawaban yang bertele-tele tanpa menguraikan akar persoalan empat pembangkit tersebut justru memunculkan kecurigaan di kalangan mahasiswa.

“Kami melihat penjelasannya masih mengawang. Kami mempertanyakan apakah ada sesuatu yang ditutup-tutupi, karena penyebab gangguan pada empat pembangkit itu belum dijelaskan secara mendasar,” ujarnya.

Selain persoalan gangguan pembangkit, HMI turut menyoroti hak pelanggan atas kompensasi akibat pemadaman yang berlangsung berulang kali.

Shefa mengatakan pihaknya telah menerima keluhan dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang terdampak, sehingga PLN dinilai perlu menjelaskan mekanisme kompensasi berdasarkan ketentuan yang berlaku.

Ia juga mempertanyakan apakah PLN telah menghitung kerugian yang dialami pelanggan selama empat bulan terakhir.

Menurutnya, persoalan tersebut tidak cukup dijawab dengan penjelasan mengenai gangguan pasokan, tetapi perlu disertai kepastian mengenai hak pelanggan.

Di sisi lain, Manajer PT PLN UP3 Samarinda Adrian Sitompul menyatakan PLN akan menyiapkan data lebih terperinci mengenai gangguan pada empat unit pembangkit tersebut. Data itu nantinya akan menjelaskan bagian yang mengalami gangguan serta komponen atau unit yang sedang menjalani pemeliharaan.

“Kami akan siapkan datanya, gangguannya apa, kemudian kalau dipelihara, apa yang dipelihara. Kami akan coba siapkan secara lebih detail,” ujar Adrian dalam pertemuan tersebut.

Terkait kompensasi, PLN juga diminta menjelaskan mekanisme dan dasar regulasi yang digunakan untuk menentukan hak pelanggan terdampak. Menjawab itu, Adrian menyatakan persoalan tersebut akan ditindaklanjuti bersama penyiapan data teknis pembangkit.

Pihak PLN telah menyatakan kesediaan memfasilitasi audiensi lanjutan pada Selasa, 3 November 2026 mendatang.

HMI berharap pertemuan tersebut tidak sekadar menjadi forum penyampaian informasi umum, tetapi menghasilkan penjelasan terperinci mengenai penyebab gangguan dan langkah pemulihan pasokan listrik.

Shefa menegaskan HMI akan kembali pada jadwal yang telah disepakati untuk meminta pertanggungjawaban PLN. Ia berharap data yang dijanjikan benar-benar disiapkan agar persoalan yang dikeluhkan masyarakat selama berbulan-bulan mendapat jawaban yang jelas.

Related posts

Gangguan Pembangkit Belum Teratasi, Pemadaman Bergilir di Samarinda Berlanjut Beberapa Minggu ke Depan

Rizki

Tercatat 146 Kecelakaan di Samarinda hingga Oktober, Polisi Soroti Pelanggaran Berisiko

Rizki

ETLE Samarinda Tangkap 1.000 Pelanggaran Lalu Lintas Setiap Hari

Rizki