Samarinda, Infosatu.co – Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Distapangtani) Samarinda Maskuri mengungkapkan anggaran pelayanan kesehatan hewan pada 2026 hanya Rp50 juta. Jumlah tersebut jauh dari usulan kebutuhan pelayanan klinik yang mencapai hampir Rp300 juta.
Ia mengatakan, anggaran tersebut digunakan untuk menunjang pelayanan, pengadaan obat-obatan hingga fasilitas kesehatan hewan.
“Untuk pelayanan, pengadaan obat-obatan dan fasilitas segala penunjang kesehatan itu hanya Rp50 juta. Jauh daripada usulan yang kita usulkan untuk pelayanan,” ujarnya di Distapangtani Samarinda, Jalan Biola, Senin, 2 November 2026.
Minimnya anggaran tersebut berdampak pada keterbatasan pelayanan, terutama untuk penanganan yang selama ini diberikan secara gratis kepada masyarakat.
Meski begitu, pihaknya berupaya agar masyarakat tetap mendapatkan akses konsultasi dan penanganan. Apabila klinik tidak mampu melakukan tindakan medis karena keterbatasan obat, petugas setidaknya dapat memberikan resep atau mengarahkan pemilik hewan ke klinik lain.
“Kalau kita tidak bisa melakukan tindakan pengobatan karena keterbatasan obat, minimal kita bisa memberikan resep atau jalan keluar ke mana klinik yang lebih murah, terus obat apa yang bisa mereka berikan,” jelasnya.
Ia menyebut biaya pelayanan di klinik pemerintah relatif lebih murah dibandingkan klinik swasta. Selisihnya bahkan hampir mencapai 50 persen karena beberapa jenis obat mendapat dukungan anggaran pemerintah.
Untuk 2027, Distapangtani berharap anggaran pelayanan kesehatan hewan bisa mencapai sekitar Rp350 juta. Namun, realisasi anggaran tetap akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
“Targetnya semestinya tidak kurang dari usulan kita di 2026. Artinya di Rp350 juta kalau bisa. Cuma ya sekali lagi kondisi keuangan kita belum stabil, belum sehat,” pungkasnya.
