Samarinda, Infosatu.co – Orang tua di Samarinda diminta tidak menunggu anak mengalami sakit gigi untuk melakukan pemeriksaan. Kebiasaan menjaga kesehatan gigi dan mulut perlu dibangun sejak dini melalui sikat gigi yang benar serta pemeriksaan secara berkala.
Ketua TP PKK Kota Samarinda sekaligus Ketua TP Posyandu Kota Samarinda, Rinda Wahyuni Andi Harun menekankan, pentingnya perhatian orang tua terhadap kesehatan gigi anak.
Menurutnya, kesehatan gigi dan mulut menjadi bagian penting dalam mendukung kesehatan serta tumbuh kembang anak.
“Jangan menganggap kesehatan gigi itu sepele. Orang tua harus membiasakan anak menjaga kebersihan gigi dan mulut sejak dini,” ujarnya.
Melalui program Gerakan Sikat Gigi Bersama Ibu dan Anak (GARASI ANAK) dan Gerakan Sayang Kekanakkan (GASAKKAN) ibu yang memiliki bayi diharapkan agar memperhatikan pemberian ASI eksklusif.
Menurutnya, perhatian terhadap kesehatan anak perlu dilakukan sejak masa awal kehidupan, termasuk melalui pemenuhan kebutuhan nutrisi dan pemantauan tumbuh kembang.
Rinda menjelaskan Program GARASI ANAK, anak bersama orang tua mendapat edukasi mengenai waktu dan cara menyikat gigi yang tepat.
Sementara itu, GASAKKAN menghadirkan sejumlah layanan pendukung bagi ibu dan anak, seperti pijat bayi, pijat ibu hamil, edukasi ASI eksklusif, serta pemeriksaan HIV gratis.
“Program ini upaya memperkuat pelayanan kesehatan berbasis masyarakat. Kehadiran layanan pemeriksaan dan edukasi di Posyandu diharapkan membuat orang tua lebih mudah memantau kondisi kesehatan anak secara rutin,” tuturnya.
Tambahnya, Rinda mendorong agar kunjungan ke Posyandu tidak hanya dilakukan ketika anak mengalami keluhan. Pemeriksaan berkala dinilai penting untuk mendeteksi persoalan kesehatan lebih awal sehingga dapat segera ditindaklanjuti.
“Jangan datang ke fasilitas kesehatan hanya ketika anak sudah sakit. Pencegahan dan pemeriksaan sejak awal jauh lebih penting,” katanya.
Sebagai informasi, Program GARASI ANAK dan GASAKKAN merupakan kolaborasi yang melibatkan tenaga kesehatan, kader Posyandu, serta organisasi profesi.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting melalui intervensi kesehatan dan penguatan peran keluarga dalam menjaga kesehatan anak.
