Samarinda, Infosatu.co – Memasak dalam jumlah banyak sering menjadi pilihan praktis. Makanan yang tersisa kemudian disimpan untuk disantap kembali pada waktu berikutnya.
Kebiasaan tersebut sebenarnya tidak selalu bermasalah. Makanan matang dapat dipanaskan kembali selama proses penyimpanan dan pemanasannya dilakukan dengan benar.
Namun, ada beberapa jenis makanan yang perlu mendapat perhatian lebih. Bukan karena makanan tersebut otomatis menjadi berbahaya setelah dipanaskan ulang, melainkan karena cara makanan didinginkan, disimpan, dan berapa lama berada pada suhu ruang sangat menentukan keamanannya.
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menyarankan makanan yang mudah rusak dan makanan sisa segera dimasukkan ke lemari pendingin atau freezer, maksimal dua jam setelah dimasak atau disajikan. Jika suhu lingkungan lebih dari 32 derajat Celsius, batas waktunya menjadi satu jam.
Berikut lima jenis makanan yang sebaiknya tidak asal dipanaskan berulang kali.
1. Nasi
Nasi menjadi salah satu makanan yang paling sering disimpan untuk disantap kemudian. Namun, nasi matang yang terlalu lama berada pada suhu ruang dapat menjadi tempat berkembangnya Bacillus cereus.
Bakteri tersebut memiliki spora yang dapat bertahan selama proses memasak. Karena itu, persoalannya bukan sekadar nasi dipanaskan kembali, tetapi bagaimana nasi ditangani setelah matang.
Nasi yang tidak langsung dimakan sebaiknya segera didinginkan dan disimpan di lemari pendingin. NHS juga menyarankan nasi yang sudah dimasak tidak dipanaskan lebih dari sekali.
2. Ayam dan Daging
Ayam, daging sapi, serta makanan olahan daging termasuk makanan yang mudah rusak jika tidak disimpan dengan benar.
Setelah matang, makanan tersebut sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Jika porsinya banyak, makanan dapat dibagi ke dalam beberapa wadah agar lebih cepat dingin sebelum dimasukkan ke lemari pendingin.
Ketika akan dimakan kembali, cukup ambil satu porsi lalu panaskan hingga benar-benar panas. Cara ini juga membuat seluruh makanan tidak perlu berulang kali keluar-masuk dari lemari pendingin.
3. Telur dan Olahannya
Telur rebus, telur dadar, telur orak-arik, hingga berbagai makanan berbahan telur juga perlu mendapat perhatian dalam penyimpanan.
Telur dan makanan berbahan telur yang sudah matang sebaiknya segera disimpan jika tidak langsung dikonsumsi. Saat akan disantap kembali, makanan perlu dipanaskan secara menyeluruh.
Selain persoalan keamanan pangan, pemanasan berulang dapat membuat tekstur telur menjadi semakin kering atau keras. Karena itu, memanaskan sesuai kebutuhan menjadi pilihan yang lebih praktis.
4. Ikan dan Seafood
Ikan, udang, cumi, serta makanan laut lainnya juga termasuk bahan makanan yang mudah rusak jika penanganannya kurang tepat.
Makanan laut yang sudah dimasak sebaiknya segera didinginkan dan disimpan dalam lemari pendingin apabila belum akan dimakan. Jangan membiarkannya terlalu lama berada pada suhu ruang.
Saat akan dikonsumsi kembali, panaskan hanya bagian yang diperlukan hingga matang dan panas secara merata. Jika makanan sudah terlalu lama berada di luar lemari pendingin, pemanasan ulang bukan cara untuk menjamin makanan tersebut kembali aman.
5. Sup, Kuah, dan Masakan dalam Porsi Besar
Sup, soto, gulai, opor, kari, dan berbagai masakan berkuah sering dibuat dalam jumlah banyak. Beberapa jenis masakan bahkan memang terasa semakin nikmat setelah bumbu kembali menyatu ketika dihangatkan.
Namun, tetap ada batas dalam hal penyimpanan. Masakan dalam panci besar sebaiknya tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang. Jika tidak langsung dikonsumsi, bagi makanan ke dalam wadah yang lebih kecil agar proses pendinginan berlangsung lebih cepat.
Ketika akan disantap, panaskan sesuai porsi. Untuk makanan berkuah, FDA menyarankan kuah, saus, dan sup dipanaskan hingga mendidih.
Jadi, Bukan Berarti Tak Boleh Dipanaskan Ulang
Makanan sisa tidak otomatis menjadi berbahaya hanya karena dipanaskan kembali. Yang jauh lebih penting adalah waktu, suhu, dan cara penyimpanannya.
Makanan yang mudah rusak sebaiknya segera dimasukkan ke lemari pendingin, tidak dibiarkan terlalu lama pada suhu ruang, dan dipanaskan kembali hingga cukup panas ketika akan dikonsumsi.
Untuk makanan yang memang terasa lebih nikmat setelah dihangatkan, seperti sejumlah masakan berkuah atau bersantan, tidak perlu menghindari pemanasan ulang. Cukup pastikan makanan tersebut disimpan dengan benar dan panaskan sesuai porsi yang akan disantap.
Dengan begitu, kebiasaan menyimpan makanan sisa tetap bisa dilakukan tanpa mengorbankan rasa maupun keamanan makanan.
