Samarinda, Infosatu.co – Sektor pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas dalam penyusunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2027 di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda.
Wali Kota Samarinda Andi Harun mengatakan penentuan program dalam APBD perlu dilakukan secara cermat dengan melihat dampak langsung terhadap masyarakat. Terutama program yang berkaitan dengan kebutuhan dasar warga dan bersifat mandatori.
“Itu sebabnya tadi saya katakan kita harus cermat meneliti mana program yang berorientasi dan berhubungan langsung dengan masyarakat,” katanya, Senin 21 September 2026 malam.
Menurutnya, pendidikan dan kesehatan termasuk sektor yang tidak dapat dikesampingkan dalam penyusunan anggaran. Selain merupakan urusan mandatori pemerintah, kedua sektor tersebut juga menjadi perhatian dalam arah kebijakan pemerintah pusat.
“Termasuk mandatori di bidang pendidikan dan kesehatan tetap menjadi prioritas,” ungkapnya.
Menurutnya, kebijakan pemerintah daerah dalam penyusunan program juga harus sejalan dengan arahan pemerintah pusat. Andi Harun mengatakan pendidikan dan kesehatan sebagai bagian dari perhatian serius Presiden Prabowo Subianto.
“Kenapa pendidikan dan kesehatan selain mandatori, itu adalah salah satu perhatian yang cukup serius dari Bapak Presiden Prabowo Subianto,” tegasnya.
Oleh karena itu, arahan pemerintah pusat menjadi pedoman bagi pemerintah daerah dalam menjalankan kebijakan, termasuk dalam menentukan program yang akan mendapat perhatian melalui APBD.
“Kita ini kalau diperintah Presiden sudah menjadi arahan pemerintah pusat, tegak lurus. Komando kita jalankan,” tutup Andi Harun.
