infosatu.co
PENDIDIKAN

Gratispol Kaltim Diharap Jadi Inspirasi, Akses Pendidikan Tinggi Terus Diperluas

Teks: Gubernur Rudy Mas'ud mendampingi Mendiktisaintek Brian Yuliarto memberi penjelasan kepada wartawan soal SatuBeasiswa Indonesia (foto IST)

Samarinda, Infosatu.co – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui program Gratispol.

Brian berharap langkah Kaltim tersebut dapat menginspirasi pemerintah daerah lain untuk memberikan dukungan serupa terhadap pendidikan tinggi.

“Kami sangat mengapresiasi beberapa pemprov, seperti Kaltim, Sulawesi Tengah dan DKI. Semoga bisa menginspirasi daerah yang lain,” ujarnya saat membuka Sarasehan Mitra Beasiswa di Auditorium Kemendiktisaintek, Rabu, 16 September 2026.

Menurut Brian, akses pendidikan tinggi perlu diperluas agar biaya tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk melanjutkan pendidikan. Pendidikan yang baik juga dinilai penting dalam upaya mengentaskan kemiskinan.

“Anak-anak kita harus bisa melanjutkan pendidikan tinggi tanpa kendala biaya. Anak-anak kita tidak boleh berhenti di gerbang perguruan tinggi hanya karena tak ada biaya. Oleh karena itu pemerintah dan semua mitra harus hadir untuk membantu anak-anak kita,” tegasnya.

Di Kaltim, alokasi anggaran beasiswa pendidikan tinggi pada 2026 mencapai Rp1,3 triliun. Untuk waktu tersisa pada 2026, Pemprov Kaltim memasukkan data beasiswa dengan total anggaran sekitar Rp750 miliar ke portal SatuBeasiswa Indonesia.

Anggaran tersebut diperkirakan mencakup 153.692 kesempatan mahasiswa, yang terdiri dari Gratispol Khusus, Gratispol Dalam Daerah Kaltim, Gratispol Luar Daerah Kaltim dan Gratispol Afirmasi.

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan pendidikan bagi masyarakat, khususnya anak-anak Kaltim.

“Kami betul-betul berpikir, selagi masih bisa memberikan yang terbaik untuk anak-anak bangsa, terutama anak-anak Kalimantan Timur, maka kami akan berikan,” tuturnya.

Berdasarkan data BPS 2025, Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi Kaltim mencapai 40,44 persen dan berada di posisi ketujuh nasional.

Harum, sapaan akrabnya menjelaskan angka tersebut akan terus ditingkatkan agar semakin banyak anak Kaltim yang dapat menyelesaikan pendidikan hingga jenjang S1, S2 dan S3.

“Ini yang akan terus kita tingkatkan. Lebih banyak anak-anak Kaltim bisa menyelesaikan pendidikan tinggi, minimal S1, S2 bahkan S3,” jelasnya.

Sementara itu, APK SMA/SMK sederajat Kaltim mencapai 99,59 persen dan berada di peringkat pertama nasional. Dukungan pendidikan pada jenjang tersebut salah satunya diberikan melalui bantuan paket seragam gratis berupa pakaian, sepatu dan tas untuk sekitar 65.000 siswa.

Selain itu, Kemendiktisaintek menyiapkan portal SatuBeasiswa Indonesia untuk menghubungkan pencari beasiswa dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, filantropi, perusahaan, perguruan tinggi hingga negara-negara sahabat.

Related posts

Bertemu Teman Sebaya, Anak PAUD Bangun Interaksi Lewat Permainan

R'sya Rahmadina

Asap Masuk Samarinda, Disdikbud Terapkan PJJ untuk PAUD hingga SMP

Emmy Haryanti

Guru PAUD Lihat Anak Generasi Alpha Makin Pintar, tapi Fokus Jadi Tantangan

R'sya Rahmadina