infosatu.co
PENDIDIKAN

Guru PAUD Soroti Tuntutan Baca Anak Jelang Masuk SD

Teks: Kepala PAUD Zun Nuuraini Wiqayah (kiri) dan Admin PAUD Tahfiz Nurani Syahrianti (kanan). (Infosatu.co/R’sya)

Samarinda, Infosatu.co – Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menilai terdapat tantangan dalam mempersiapkan anak menuju jenjang sekolah dasar (SD), khususnya terkait kemampuan membaca. Di tingkat PAUD, anak tidak diarahkan mengikuti pembelajaran baca tulis secara formal, sementara ketika masuk SD kemampuan membaca sudah dibutuhkan untuk mengikuti pelajaran.

Kepala PAUD Zun Nuuraini Wiqayah mengatakan pembelajaran di PAUD lebih menekankan proses belajar sambil bermain. Pengenalan huruf dan angka tetap dilakukan, tetapi tidak dalam bentuk pembelajaran calistung secara penuh.

“Dulu itu bilangnya tidak boleh ada pelajaran baca tulis. Anak-anak harus belajarnya sambil bermain. Mengenal hurufnya dengan cara motorik, tidak boleh mengejar,” ujarnya di Samarinda, Selasa, 15 September 2026.

Persoalan mulai dirasakan ketika anak kelas B bersiap masuk SD. Menurutnya, materi pembelajaran di SD saat ini sudah menuntut kemampuan membaca sejak kelas awal.

Bahkan, anak mulai dihadapkan dengan soal-soal yang panjang dan berbentuk cerita. Kondisi tersebut membuat kemampuan membaca menjadi penting agar anak dapat memahami materi yang diberikan.

“Sekarang pelajaran SD tidak seperti kita dulu. Sekarang kelas satu harus bisa baca. Soal-soalnya sudah panjang, soal cerita. Kalau membaca saja belum bisa, bagaimana mau paham soalnya,” tuturnya.

Kondisi tersebut turut membuat orang tua murid mulai khawatir. Sejumlah orang tua kemudian meminta sekolah memberikan tambahan pembelajaran membaca di luar jam belajar reguler.

Terutama bagi anak kelas B yang sebentar lagi masuk SD, kekhawatiran tersebut membuat orang tua meminta tambahan waktu belajar untuk mempersiapkan kemampuan membaca anak.

“Orang tua akhirnya minta tambahan membaca. Mereka khawatir bagaimana anaknya masuk SD tapi belum bisa,” ungkapnya.

Permintaan tersebut kemudian difasilitasi sekolah dengan membuka tambahan pembelajaran di luar jam belajar PAUD. Kegiatan itu diberikan dengan biaya tambahan dari orang tua.

Admin PAUD Tahfiz Nurani Syahrianti menyampaikan sekolah tetap memberikan pengenalan huruf dan angka kepada anak selama proses pembelajaran. Namun, porsinya disesuaikan dengan karakteristik pembelajaran anak usia dini.

Menurutnya, pengenalan dasar tersebut tetap diberikan tanpa mengubah pola pembelajaran PAUD yang menekankan aktivitas sesuai usia anak.

Persoalan kesiapan membaca ini pun akhirnya menjadi perhatian orang tua ketika anak mendekati usia masuk SD. Sebab, mereka harus menyiapkan anak menghadapi tuntutan pembelajaran yang berbeda di jenjang berikutnya.

Related posts

Tak Alami Langsung 1998, Generasi Muda Diajak Kritis Membaca Sejarah Reformasi

R'sya Rahmadina

Kualitas Pembelajaran PAUD Bergantung pada Kreativitas dan Motivasi Guru

Emmy Haryanti

PAUD Berkualitas di Kaltim Masih Butuh Penguatan Lintas Sektor

Emmy Haryanti