Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur (Kaltim) menargetkan seluruh desa di Kaltim sudah teraliri listrik PLN pada akhir 2027. Target itu dipasang setelah jumlah desa yang belum menikmati listrik PLN menyusut dari 109 desa pada akhir 2025 menjadi 72 desa pada semester I 2026.
Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud mengatakan penyelesaian elektrifikasi desa menjadi salah satu fokus yang terus didorong Pemprov Kaltim. Terlebih, Kaltim merupakan salah satu daerah penghasil energi terbesar di Indonesia, tetapi masih terdapat masyarakat yang belum menikmati layanan listrik PLN.
“Kaltim ini lumbungnya energi, tapi listrik kita belum semua menikmati. Bukan hanya teraliri, tapi juga harus andal,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Percepatan Pembangunan Jaringan Listrik PLN pada Desa Belum Berlistrik di Kaltim, di Kementerian ESDM, Jakarta Selatan, Senin, 14 September 2026.
Menurutnya, persoalan listrik bukan hanya menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Ketersediaan listrik yang stabil juga menjadi faktor penting dalam mendukung aktivitas ekonomi dan investasi.
Ia menilai kondisi listrik yang tidak stabil dapat mengganggu kegiatan masyarakat sekaligus pelaksanaan proyek investasi di daerah.
Berdasarkan data Pemprov Kaltim, pada akhir 2025 masih terdapat 109 desa dari total 1.083 desa di Kaltim yang belum teraliri listrik PLN. Kebutuhan jaringan antardesa maupun antardusun untuk wilayah tersebut mencapai sekitar 926,55 kilometer sirkuit (kms), dengan 58.725 kepala keluarga belum menikmati listrik PLN.
Pemprov Kaltim kemudian melakukan intervensi melalui Program Pra-PLN pada 2025. Salah satunya dengan memasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Alat Penyalur Daya Listrik (Apdal) di 13 desa 3T.
Selain itu, perluasan jaringan listrik antardusun dilakukan di 16 desa. Program tersebut menyasar sekitar 1.600 rumah dan 1.803 kepala keluarga, dengan pembangunan jaringan SUTR sepanjang 43.157 meter, SUTM 26.879 meter serta pemasangan 28 unit trafo.
Upaya tersebut dilanjutkan pada 2026. Pemprov Kaltim meminta percepatan penyambungan listrik PLN untuk 37 desa non-PLN pada semester pertama tahun ini. Hasilnya, jumlah desa yang belum teraliri listrik PLN turun menjadi 72 desa.
Harum, sapaan akrabnya menyenut Pemprov Kaltim kembali mengusulkan penyelesaian elektrifikasi untuk 36 desa pada 2026. Sementara 36 desa lainnya ditargetkan mendapat sambungan listrik pada 2027.
“Tahun ini kita usulkan lagi penyelesaian untuk 36 desa non-PLN dan 2027 akan diselesaikan 36 desa lainnya,” ucapnya.
Adapun 72 desa yang belum teraliri listrik PLN tersebar di enam kabupaten. Rinciannya, Paser empat desa, Kutai Barat 21 desa, Berau 21 desa, Mahakam Ulu 11 desa, Kutai Kartanegara delapan desa, dan Kutai Timur 13 desa.
Harum optimistis target 100 persen desa di Kaltim teraliri listrik PLN dapat tercapai pada akhir 2027. Target tersebut bahkan dua tahun lebih cepat dibandingkan target nasional yang ditetapkan Presiden Prabowo Subianto untuk seluruh desa di Indonesia.
“Kami harus memastikan semua rakyat Kaltim menikmati akses listrik PLN. Karena itu, mari kita kawal bersama agar pada 2027, seluruh desa di Kaltim sudah 100 persen berlistrik PLN,” tegasnya.
Plt Dirjen Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menyatakan dukungan terhadap percepatan penyediaan listrik di Kaltim. Ia mengapresiasi upaya Pemprov Kaltim bersama pemerintah kabupaten dalam mendorong penyelesaian desa yang belum teraliri listrik PLN.
“Kami apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Gubernur Kaltim dan para bupati. Kami sangat mendukung percepatan penyediaan pemenuhan listrik di Kalimantan Timur. Kami akan lakukan seoptimal mungkin,” tuturnya.
