Samarinda, Infosatu.co – Periode tanpa hujan mulai berlangsung cukup panjang di sejumlah wilayah Kalimantan Timur (Kaltim). Kondisi terparah tercatat di Batu Enggau, Kabupaten Paser yang hingga kini telah mengalami 49 hari berturut-turut tanpa hujan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi APT Pranoto Samarinda mencatat, kondisi Hari Tanpa Hujan (HTH) di Kaltim cukup beragam. Sebagian wilayah bahkan telah masuk kategori sangat panjang dengan durasi 31-60 hari tanpa hujan.
Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III APT Pranoto Samarinda Riza Arian Noor mengatakan kondisi tersebut perlu menjadi perhatian karena prakiraan cuaca pada Dasarian II September 2026 masih menunjukkan curah hujan relatif rendah.
“Secara deterministik, curah hujan pada Dasarian II September 2026 menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Provinsi Kalimantan Timur diprediksi akan mengalami curah hujan kategori rendah, yakni 0-20 mm,” kata Riza dalam keterangan resminya, Jumat 11 September 2026.
Prakiraan tersebut berlaku untuk periode 11-20 September 2026. Secara umum, curah hujan di sebagian besar wilayah Kaltim diperkirakan berada pada kategori rendah dengan kisaran 0-50 milimeter.
Selain durasi tanpa hujan yang panjang, BMKG juga memprakirakan sifat hujan di seluruh wilayah Kaltim pada Dasarian II September berada dalam kategori bawah normal.
Meski demikian, kondisi HTH tidak terjadi secara seragam. Sebagian wilayah lainnya justru telah mengalami hujan dalam beberapa hari terakhir dan masuk kategori sangat pendek, yakni hanya 1-5 hari tanpa hujan.
Perbedaan kondisi tersebut menunjukkan bahwa potensi kekeringan di Kaltim tidak merata. Namun, wilayah dengan durasi tanpa hujan yang semakin panjang perlu mendapat perhatian, terutama jika kondisi tersebut berlanjut di tengah prakiraan curah hujan yang masih rendah hingga 20 September.
