Samarinda, Infosatu.co – Krisis air bersih melanda sejumlah wilayah Kota Samarinda setelah intrusi air laut masuk ke Sungai Mahakam dan memengaruhi sumber air baku. Kondisi tersebut berdampak terhadap operasional sembilan Instalasi Pengolahan Air (IPA) milik Perumdam Tirta Kencana.
Sembilan IPA yang terdampak yakni Bantuas, Palaran, Pulau Atas, Kalhol, Sungai Kapih, Selili, Samarinda Seberang, Tirta Kencana dan Cendana. Perumdam terus memantau kadar klorida pada sumber air baku karena produksi air dihentikan ketika kadarnya melampaui batas toleransi.
Humas Perumdam Tirta Kencana Samarinda Taufik menyebut pemantauan dilakukan oleh laboratorium induk Perumdam bersama seluruh intake dan IPA yang terdampak. Kadar klorida diperiksa secara berkala untuk menentukan apakah produksi dapat dilanjutkan.
“Memang ada sembilan IPA yang terdampak di Samarinda. Namun, dari pihak lab induk Perumdam dan seluruh intake serta IPA, kami selalu memantau kenaikan kadar klorida,” kata Taufik belum lama ini.
Produksi air dihentikan apabila kadar klorida melebihi 250 ppm dan kembali dijalankan ketika kadarnya berada di bawah ambang tersebut. Pemantauan dilakukan setiap 15 hingga 30 menit karena kondisi intrusi dapat berubah sewaktu-waktu.
Di tengah kondisi tersebut, masyarakat juga diminta menghemat penggunaan air.
Ketua DPRD Kota Samarinda Helmi Abdullah mengatakan Perumdam Tirta Kencana tetap berupaya mendistribusikan air kepada masyarakat setiap hari, sehingga penggunaan air perlu dikendalikan selama kondisi belum normal.
“Maka dari itu, kita juga minta untuk menghemat penggunaan air karena memang dari pihak PDAM Tirta Kencana juga masih berupaya untuk bisa mendistribusikan air gratis setiap hari,” kata Helmi saat ditemui usai salat istisqa di Balai Kota Samarinda, Jumat, 11 September 2026.
Helmi menyebut persoalan air bersih juga menjadi pembahasan DPRD bersama dinas-dinas terkait.
Ketika ditanya soal upaya dari eksekutif dan legislatif terkait penanganan krisis air ini, pembahasan mengenai persoalan tersebut, kata Helmi, berlangsung hampir setiap hari dalam pertemuan dengan OPD terkait.
“Saya kira hampir setiap hari kita itu rapat dengar pendapat, kalau ketemu bicaranya ya masalah itu. Jadi di DPRD bersama dinas-dinas yang terkait juga kita dominan bahas soal tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Perumdam menyiapkan sejumlah titik pengambilan air gratis di IPA yang terdampak, termasuk Palaran, Pulau Atas, dan Sungai Kapih. Distribusi menggunakan mobil tangki juga dilakukan bersama BPBD, camat, lurah, dan RT untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
Helmi kembali meminta masyarakat menggunakan air sesuai kebutuhan selama krisis berlangsung.
“Cuma harapan kita dari pihak masyarakat juga untuk berhemat, mempergunakan seperlunya,” harapnya menutup penyampaian.
