infosatu.co
EKONOMI

Produksi Lokal Baru Penuhi 58 Persen, Kaltim Kejar Swasembada Beras

Teks: Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji foto bersama saat kegiatan panen Demonstration Plot (Demplot) Padi di Anggana, Kutai Kartanegara. (ist/Pemprov Kaltim)

Samarinda, Infosatu.co – Kalimantan Timur (Kaltim) masih menghadapi pekerjaan besar untuk memenuhi kebutuhan beras masyarakat dari produksi sendiri. Hingga saat ini, produksi beras lokal baru mampu mencukupi sekitar 58 persen kebutuhan daerah.

Kondisi tersebut mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim mempercepat peningkatan produktivitas sawah dengan target mencapai swasembada beras pada akhir 2026.

Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengatakan peningkatan produksi menjadi penting karena ketahanan pangan daerah tidak cukup hanya mengandalkan pasokan dari luar daerah.

Saat ini Kaltim memiliki sekitar 28.000 hektare sawah aktif. Dari luasan tersebut, produksi lokal yang sebelumnya hanya mampu memenuhi sekitar 30 persen kebutuhan beras kini telah meningkat menjadi 58 persen.

“Artinya, kita sudah melakukan perbaikan intensifikasi lahan dan juga ekstensifikasi lahan,” kata Seno Aji saat panen Demonstration Plot (Demplot) Padi di Anggana, Kutai Kartanegara, Kamis 10 September 2026.

Menurutnya, peningkatan produksi harus dilakukan tidak hanya dengan menambah luas lahan, tetapi juga meningkatkan hasil panen dari setiap hektare sawah yang sudah tersedia.

Salah satu hasil uji coba yang menjadi acuan yakni produktivitas padi dalam demplot yang sebelumnya meningkat dari sekitar tiga ton menjadi hampir tujuh ton per hektare.

Pemprov Kaltim kini mendorong agar capaian tersebut tidak berhenti sebagai hasil uji coba. Teknologi, penggunaan benih unggul, pengurangan ketergantungan terhadap pupuk kimia, hingga pengendalian hama akan diperluas ke sentra-sentra pertanian lainnya.

“Kita lakukan replikasi. Kita lakukan secara massal,” tegasnya.

Seno menargetkan produktivitas minimal tujuh ton per hektare dapat diterapkan lebih luas. Dengan luas sawah yang tersedia, peningkatan hasil per hektare dinilai berpotensi memberikan tambahan produksi yang signifikan bagi Kaltim.

Selain intensifikasi, perluasan lahan juga menjadi bagian dari strategi. Pemprov Kaltim menyiapkan optimalisasi lahan dan pencetakan sawah baru, termasuk di Mahakam Ulu yang selama ini masih memiliki keterbatasan produksi pertanian.

Modernisasi pertanian juga terus didorong melalui pemanfaatan drone pertanian, rice milling unit, traktor hingga combine harvester. Langkah ini diharapkan meningkatkan efisiensi sekaligus membuat sektor pertanian lebih menarik bagi generasi muda.

Lanjutnya, target swasembada beras tidak hanya diarahkan untuk satu wilayah. Seluruh kabupaten/kota di Benua Etam diharapkan mampu meningkatkan kapasitas produksi pangannya.

“Sepuluh kabupaten/kota kita pastikan semuanya bisa swasembada beras. Ini cita-cita kita bersama,” tandasnya.

Related posts

Sawit Kaltim Keluar Mentah, Seno Aji Ingin Pabrik Pengolahan Dibangun

R'sya Rahmadina

Fiskal Kaltim Tertekan, Seno Aji Targetkan PAD Topang 70 Persen APBD

R'sya Rahmadina

Akses Keuangan Pelajar-Mahasiswa Tembus 92,76 Persen, Literasi Masih 62,72 Persen

R'sya Rahmadina