Samarinda, Infosatu.co – Kenaikan harga tiket pertandingan Borneo FC Samarinda pada musim Liga Super 2026/2027 dinilai sebagai hal yang wajar seiring padatnya agenda kompetisi yang dijalani klub.
Presiden Borneo FC Nabil Husein mengatakan klub kini tidak hanya berlaga di kompetisi domestik, tetapi juga membawa nama Samarinda dan Indonesia di kancah Asia.
Borneo FC sebelumnya telah merilis harga tiket laga pembuka Liga Super 2026/2027 melawan Persija Jakarta.
Harga tiket yang dirilis terdiri dari empat kategori. VIP Barat dibanderol Rp300 ribu, Kategori 1 Timur Rp150 ribu, serta Kategori 2 Utara dan Selatan masing-masing Rp100 ribu.
Harga tersebut mengalami kenaikan dibandingkan musim sebelumnya. Tiket VIP Barat yang sebelumnya Rp150 ribu kini menjadi Rp300 ribu. Kategori 1 Timur naik dari Rp100 ribu menjadi Rp150 ribu, sedangkan Kategori 2 Utara dan Selatan naik dari Rp50 ribu menjadi Rp100 ribu.
Dengan demikian, harga tiket VIP mengalami kenaikan Rp150 ribu, Kategori 1 naik Rp50 ribu, sementara Kategori 2 naik Rp50 ribu.
Menanggapi kenaikan tersebut, Nabil mengatakan kebijakan harga tiket perlu dilihat secara utuh, termasuk dengan mempertimbangkan agenda kompetisi dan benefit yang diberikan melalui program membership Borneo ID.
“Kenaikan tiket itu sebenarnya sangat wajar karena Borneo sendiri sudah, alhamdulillah, mengikuti empat turnamen, dua di dalam negeri, dua di luar negeri,” ujar Nabil, Selasa, 8 September 2026.
Menurutnya, suporter tidak semestinya melihat kenaikan hanya dari persentase harga tiket. Ia meminta benefit yang diperoleh melalui membership Borneo ID turut diperhitungkan.
“Kalau kita berhitung dengan benefit yang Borneo sarankan mengenai membership Borneo ID, apabila masyarakat, penonton, dan fans mengikuti itu, benefitnya akan sangat terasa,” jelasnya.
Nabil menilai kenaikan harga tidak cukup dilihat hanya dari angka, seperti ketika harga disebut naik 100 persen. Menurutnya, keseluruhan skema perlu dihitung bersama potongan yang bisa diperoleh melalui Borneo ID.
“Kita enggak bisa melihat hanya dengan, oh ada kenaikan 100 persen, ada kenaikan sekian. Harus betul-betul didalami dengan tenang dan bisa dihitung. Pada akhirnya, kenaikannya hanya beberapa saja,” katanya.
Di sisi lain, Nabil mengatakan peningkatan kebutuhan klub juga berkaitan dengan ambisi Borneo FC di kompetisi Asia. Ia menegaskan Pesut Etam tidak ingin sekadar menjadi peserta dan berusaha mencatatkan prestasi di turnamen internasional.
“Kami juga ingin memiliki satu prestasi, ingin mencatat sebuah sejarah di turnamen internasional di Asia. Perjuangan Borneo untuk menuju kancah Asia itu tidak mudah,” tegasnya.
Untuk mendukung target tersebut, Borneo FC melakukan penambahan kekuatan skuad. Nabil menyebut klub telah mendatangkan lebih dari 11 pemain asing, dengan total saat ini mencapai 13 pemain. Ia mengatakan masih ada dua hingga tiga pemain yang akan bergabung.
“Kami tidak ingin numpang lewat. Kalau numpang lewat, mending kita enggak usah fight dari kemarin-kemarin. Karena kami serius, makanya dari kemarin kami mendatangkan lebih dari 11 pemain asing,” ujarnya.
Penambahan pemain juga berkaitan dengan kebutuhan rotasi akibat padatnya jadwal pertandingan. Nabil mengatakan kedalaman skuad diperlukan agar pemain tetap siap ketika harus bermain dalam rentang waktu yang berdekatan.
“Kalau kita lihat, jadwal Borneo itu hampir setiap empat sampai lima hari akan bermain terus, sehingga kita perlu ada rotasi. Rotasi itu yang betul-betul kita jaga jangan sampai kita bisa terseok-seok. Kita perlu pemain yang siap untuk membela Borneo,” pungkasnya.
