infosatu.co
KESEHATAN

Kualitas Udara Kutai Barat Mulai Membaik, ISPU Turun dari 318 ke Bawah 200

Teks: Situasi jarak pandang di Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat (Istimewa)

Samarinda, Infosatu.co – Kualitas udara di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim) mulai menunjukkan perbaikan setelah sebelumnya berada pada kategori berbahaya akibat dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang sempat berada di atas 318 kini telah turun hingga di bawah 200.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim Jaya Mualimin mengatakan penurunan tersebut diketahui dalam pemantauan kondisi kesehatan dan kualitas udara di wilayah terdampak bersama tim krisis Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan unsur terkait.

“Yang tadinya ISPU-nya itu berbahaya di atas 318. Begitu sampai ke sana sudah di bawah 200. Artinya sudah bukan bahaya lagi tapi sangat tidak sehat,” ujar Jaya saat ditemui di Kantor DPRD Kaltim, Samarinda, Selasa, 8 September 2026.

Meski terjadi penurunan, Jaya mengatakan kondisi udara di Kubar masih belum sehat. Ia menjelaskan, ISPU di bawah 150 masih masuk kategori kurang sehat, sedangkan kondisi udara yang ideal berada di bawah 55 atau kategori sehat.

Karena itu, dampak kesehatan akibat paparan asap dan partikulat tetap menjadi perhatian, khususnya terhadap kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“ISPA-nya ada tapi nggak terlalu signifikan. Mungkin antisipasinya bagus ya,” katanya.

Menurut Jaya, langkah antisipasi tetap dilakukan untuk mencegah kondisi tersebut berkembang menjadi lonjakan kasus.

Dinkes Kaltim telah menyiapkan sejumlah logistik kesehatan, seperti masker, vitamin, dan obat-obatan bagi masyarakat di wilayah terdampak.

Masyarakat juga diminta mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kualitas udara masih buruk. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker diperlukan untuk mengurangi paparan asap dan partikulat.

Selain itu, masyarakat diminta menjaga kondisi tubuh dengan mencukupi kebutuhan makanan dan minuman serta menerapkan kebiasaan mencuci tangan.

Warga yang mengalami keluhan seperti batuk, pilek, atau demam juga dianjurkan segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas.

Perlindungan juga perlu diperhatikan bagi pekerja yang masih harus beraktivitas di luar ruangan di wilayah terdampak.

Jaya menyarankan penggunaan masker dengan standar perlindungan lebih tinggi, seperti N95, untuk membantu menyaring partikulat berukuran sangat kecil.

“Maskernya menggunakan masker standar, N95 yang bisa menyaring debu-debu yang di bawah 2,5 mikron,” jelasnya.

Jaya berharap kondisi udara di Kubar terus membaik, terutama jika hujan turun di wilayah terdampak. Hujan dapat membantu mengurangi konsentrasi partikulat dan asap di udara.

Dengan kondisi yang belum sepenuhnya sehat, ia meminta masyarakat tetap mengutamakan pencegahan agar paparan udara buruk tidak berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih besar.

“Upaya yang paling penting dilakukan adalah pencegahan agar masyarakat tidak jatuh sakit dan memenuhi fasilitas kesehatan,” pungkasnya.

Related posts

Dinkes Kaltim Siapkan 20 Rumah Oksigen Hadapi Dampak Kesehatan Karhutla

Rizki

Dari Jalan Sehat hingga Donor Darah, PWI Kaltim Hadirkan Ragam Kegiatan Sosial

Rizki

Masker Saat Kabut Asap, Apakah Semua Jenis Masker Bisa Melindungi dari PM2.5?

Rizki