Samarinda, Infosatu.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menyiapkan anggaran sekitar Rp2,5 miliar untuk mendukung penanganan kedaruratan akibat kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Samarinda Suwarso mengatakan anggaran yang bersumber dari Belanja Tidak Terduga (BTT) tersebut telah didistribusikan kepada bendahara perangkat daerah dan kecamatan untuk digunakan sesuai rencana kebutuhan biaya.
“Totalnya kurang lebih Rp2,5 miliar,” kata Suwarso, Jumat 4 September 2026.
Menurutnya, dana tersebut diarahkan untuk kebutuhan yang berkaitan langsung dengan penanganan kekeringan dan karhutla. Penggunaannya antara lain untuk pengadaan tandon air dan mendukung suplai air kepada masyarakat yang membutuhkan.
Selain itu, anggaran juga mencakup kebutuhan operasional posko dan petugas di lapangan, seperti makan dan minum serta bahan bakar minyak (BBM).
Dukungan anggaran juga dapat digunakan untuk kegiatan pasar murah sebagai bagian dari upaya pemerintah menghadapi dampak kemarau yang dirasakan masyarakat.
Lanjutnya, anggaran Rp2,5 miliar tersebut bukan berarti harus terserap seluruhnya. Penggunaannya akan mengikuti perkembangan kondisi dan kebutuhan penanganan di lapangan.
“Kalau misalnya nanti dalam perkembangan waktunya mulai menurun atau dianggap cukup, bisa dikembalikan ke kas daerah,” ungkapnya.
Distribusi anggaran dilakukan kepada OPD yang berkaitan langsung dengan penanganan karhutla dan dampak kekeringan, termasuk kecamatan dan kelurahan.
“Kebijakan ini menjadi bagian dari langkah pemerintah untuk memastikan kebutuhan penanganan bencana dapat segera dipenuhi selama kondisi kemarau dan karhutla masih berlangsung,” tandasnya.
