infosatu.co
PEMKOT SAMARINDA

Bukan Sekadar Award, Wali Kota Ingin Inovasi ASN Jadi Budaya Kerja

Teks: Wali Kota Samarinda Andi Harun bersama para penerima Anugerah ASN Tahun 2025 usai menerima penghargaan dalam ajang Anugerah ASN. (Emmi/Infosatu.co)

Samarinda, Infosatu.co – Wali Kota Samarinda Andi Harun mendorong inovasi Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintahnya tidak berhenti pada pencapaian individu, tetapi berkembang menjadi budaya kerja yang mampu menyelesaikan persoalan masyarakat.

Melalui penghargaan ASN Award yang diberikan kepada sejumlah ASN di berbagai jenjang jabatan, menurut Andi Harun seharusnya menjadi pemicu bagi aparatur lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas pelayanan.

Menurutnya, ASN Award bukan dimaksudkan sebagai ajang kompetisi semata. Penghargaan tersebut menjadi ruang untuk mengapresiasi inovasi sekaligus mendorong terbentuknya budaya organisasi yang mampu beradaptasi dan menghasilkan dampak.

“Ini sebenarnya adalah tempat atau ruang bagi ASN untuk melakukan inovasi. Bukan ruang untuk berkompetisi, tapi ruang untuk berinovasi,” ungkap Andi Harun dalam kegiatan Anugerah ASN Tahun 2025 dan Lauching ASN Coorporate University di Gor Segiri Samarinda, Kamis 3 September 2026.

Ia menegaskan, capaian individual performance ASN yang telah memperoleh penghargaan tidak boleh berhenti sebagai prestasi pribadi. Inovasi tersebut diharapkan dapat ditularkan kepada ASN lain sehingga memberikan perubahan pada pola kerja organisasi secara keseluruhan.

“Tugas kalian belum berhenti, bagaimana individual performance yang ASN telah raih itu bisa menjadi inspirasi bagi ASN lain, dan pada akhirnya menciptakan budaya organisasi yang prima, yang mudah beradaptasi, dan menghasilkan dampak kerja yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.

Sejalan dengan upaya tersebut, Pemkot Samarinda juga mengembangkan konsep Samarinda Corporate University (Corpu) sebagai wadah pembelajaran bagi ASN.

Menurutnya, Corpu tidak sekadar menjadi forum untuk meningkatkan kapasitas aparatur. Materi pembelajaran justru diarahkan pada persoalan nyata yang sedang dihadapi pemerintah daerah.

Sejumlah persoalan seperti peningkatan pendapatan sli daerah (PAD) tanpa membebani masyarakat, penurunan angka stunting, pengurangan pengangguran hingga penurunan kemiskinan dapat menjadi bahan pembelajaran dalam Corpu.

“Problem-problem yang dihadapi oleh kota itu menjadi konten pembelajaran, learning content di Corpu,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, proses belajar ASN diharapkan tidak terpisah dari kebutuhan pembangunan daerah. Setiap persoalan yang muncul dapat menjadi bahan untuk mencari solusi, mengembangkan inovasi, sekaligus meningkatkan kompetensi aparatur.

Pemkot Samarinda juga melihat Corpu sebagai bagian dari pengembangan manajemen talenta ASN.

Lanjutnya, integrasi keduanya dapat membantu pemerintah daerah menyiapkan aparatur yang memiliki kompetensi sekaligus kemampuan menghadapi persoalan pemerintahan di masa mendatang.

“Kalau itu bisa disatukan dengan manajemen talenta, maka akan lahir ASN-ASN yang mengikuti Corpu yang melahirkan talenta-talenta ASN kita di masa depan,” tuturnya.

Dalam pelaksanaannya, Pemkot Samarinda bekerja sama dengan Lembaga Administrasi Negara (LAN) Samarinda untuk pengembangan Corpu.

“Langkah itu diharapkan mampu membangun ekosistem pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kemampuan ASN, tetapi juga menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Related posts

Tuntaskan Pembangunan Fasilitas Kesehatan, Andi Harun Tekankan Keselamatan Ibu dan Anak

Emmy Haryanti

Teras Samarinda Tahap II Segmen 2-4 Resmi Dibuka

Rizki

Karhutla Samarinda Tak Semua Karena Faktor Alam, 6 Orang Diperiksa

Rizki