Samarinda, Infosatu.co – Cuaca panas membuat tubuh lebih mudah kehilangan cairan, terutama ketika seseorang banyak berkeringat atau beraktivitas di luar ruangan. Karena itu, menjaga hidrasi tidak cukup hanya dengan membawa botol air, tetapi juga dapat didukung melalui pilihan makanan yang memiliki kandungan air tinggi.
Dalam kondisi panas, tubuh mengeluarkan lebih banyak cairan melalui keringat. Jika cairan yang hilang tidak segera digantikan, seseorang dapat mengalami dehidrasi. Kementerian Kesehatan menyebut pusing, kelelahan, jarang buang air kecil, serta mulut dan bibir terasa kering sebagai sejumlah tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai.
Salah satu cara sederhana untuk membantu memenuhi kebutuhan cairan adalah memasukkan buah dan sayuran kaya air ke dalam menu sehari-hari.
Semangka dan mentimun
Semangka menjadi salah satu pilihan yang cocok dikonsumsi saat cuaca panas karena sebagian besar kandungannya berupa air. Buah ini dapat dikonsumsi langsung sebagai camilan atau dipadukan dengan buah lain dalam salad.
Mentimun juga memiliki kandungan air yang tinggi. Selain disantap sebagai lalapan, mentimun dapat menjadi campuran salad atau minuman segar. Kandungan seratnya juga dapat membantu memenuhi kebutuhan serat harian.
Melon dan buah sitrus
Melon dapat menjadi alternatif camilan ketika suhu udara meningkat. Selain mengandung banyak air, buah ini relatif rendah kalori.
Sementara itu, jeruk, lemon, dan jeruk nipis dapat memberikan sensasi segar sekaligus menyumbang cairan dan vitamin. Potongan buah sitrus juga dapat ditambahkan ke air putih untuk membuat minuman lebih menarik tanpa harus mengandalkan minuman tinggi gula.
Air kelapa sebagai pilihan
Air kelapa juga dapat menjadi pilihan minuman, terutama setelah melakukan aktivitas yang membuat tubuh banyak berkeringat. Air kelapa mengandung sejumlah elektrolit, termasuk kalium dan natrium.
Meski demikian, air putih tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan sehari-hari. CDC juga menyarankan masyarakat memperbanyak minum dan tidak menunggu sampai merasa haus, terutama ketika berada dalam kondisi panas.
Yogurt, tomat hingga buah beri
Pilihan makanan lain yang dapat dimasukkan ke dalam menu saat cuaca panas antara lain yogurt, tomat, stroberi, bluberi, dan blackberry.
Yogurt dapat dipadukan dengan potongan buah sehingga menjadi camilan yang menyegarkan. Tomat juga dapat dikonsumsi dalam salad atau sebagai bagian dari hidangan sehari-hari.
Buah beri mengandung air sekaligus serat dan senyawa antioksidan. Kombinasi tersebut membuatnya dapat menjadi alternatif camilan dibandingkan makanan ringan yang tinggi gula atau garam.
Jangan lupakan sayuran hijau
Selada dan bayam juga dapat menjadi bagian dari menu untuk membantu menambah asupan cairan dari makanan. Sayuran tersebut bisa dikonsumsi sebagai salad, lalapan, atau diolah menjadi bagian dari makanan utama.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menginformasikan, sekitar 20 persen asupan cairan tubuh juga dapat berasal dari makanan, termasuk buah dan sayuran yang mengandung banyak air.
Namun, makanan kaya air bukan pengganti kebutuhan minum. Keduanya perlu dikombinasikan dengan konsumsi air yang cukup.
Selain memperhatikan makanan, masyarakat juga perlu membatasi minuman dengan kandungan gula tinggi serta tidak berlebihan mengonsumsi kafein. Kemenkes menganjurkan masyarakat tidak menunggu rasa haus untuk minum dan menghindari minuman berkafein, minuman energi, alkohol, serta minuman manis ketika menghadapi cuaca panas.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan juga disarankan mengurangi paparan langsung matahari, beristirahat secara berkala dan memilih waktu aktivitas ketika suhu lebih rendah. CDC mengingatkan gejala seperti sakit kepala, pusing, mual, lemas, kram otot, dan keringat berlebihan dapat menjadi tanda gangguan akibat panas.
Dengan mengombinasikan air putih, makanan kaya air, serta pola aktivitas yang lebih aman, tubuh dapat lebih siap menghadapi kondisi panas dan risiko dehidrasi maupun kelelahan akibat suhu tinggi dapat ditekan.
