Samarinda, Infosatu.co – Sebanyak 45 sekolah dari jenjang SD, SMP dan SMA ambil bagian dalam Kejuaraan Bola Tangan Antarpelajar se-Kalimantan Timur Piala Wali Kota Samarinda.
Kompetisi antarpelajar tersebut menjadi salah satu ruang untuk mengasah kemampuan sekaligus menyiapkan regenerasi atlet bola tangan di Samarinda.
Kejuaraan yang berlangsung di Vivo Five Style Samarinda pada 26-29 Agustus 2026 tersebut dinilai bukan sekadar ajang pertandingan, tetapi bagian dari proses pembinaan atlet sejak usia sekolah.
Wakil Ketua V KONI Kota Samarinda Husni Mubarak mengatakan latihan perlu diikuti dengan kompetisi agar atlet memiliki pengalaman menghadapi pertandingan sebenarnya.
“Karena di pembinaan olahraga itu bukan hanya dititikberatkan masalah latihan. Tapi kalau ada kompetisi itu lebih mengasah kemampuan atlet-atlet,” kata Husni.
Menurutnya, pertandingan memberikan kesempatan bagi atlet untuk menerapkan kemampuan yang diperoleh selama latihan dalam situasi kompetitif.
“Jadi bukan hanya dia tahu latihan, tapi juga dia dihadapkan dengan pertandingan nyata yang lebih mengimplementasikan masalah latihan mereka tadi,” ujarnya.
Husni menilai pengalaman bertanding sejak usia sekolah penting untuk membangun minat sekaligus kemampuan atlet dalam jangka panjang. Menurutnya, pola tersebut tidak hanya berlaku pada bola tangan, tetapi juga cabang olahraga lainnya.
“Dan ini sangat positif untuk lebih memberikan candu untuk anak-anak di permainan bola tangan ini tadi. Bukan hanya bola tangan, cabang-cabang olahraga yang lain juga seperti itu,” katanya.
KONI Samarinda juga terus memantau perkembangan atlet dan cabang olahraga sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VIII Kalimantan Timur yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
“Semua cabor ini lagi persiapan untuk menghadapi event yang terdekat di bulan 11 ini, Porprov ke-8 di Paser,” ujar Husni.
Menurut Husni, monitoring dilakukan terhadap proses latihan dan perkembangan atlet di masing-masing cabang olahraga. Hal tersebut menjadi bagian dari upaya mempersiapkan kontingen Samarinda menghadapi Porprov VIII.
“Kami pun memonitoring terus setiap cabor dan atlet-atlet untuk pelatihan, persiapan, sehingga untuk menuju ke kejuaraan Porprov nanti, yang mana wali kota juga sudah menginginkan kita Kota Samarinda menjadi juara di Porprov ke-8 di Paser,” jelasnya.
Selain memantau perkembangan atlet, KONI Samarinda juga memberikan masukan terkait kepelatihan, termasuk pengembangan pelatih dan perangkat pertandingan.
“Kami bukan hanya memonitoring, tapi juga memberikan jalan atau semacam masukan dan pelatihan dan lain-lain, segala pelatih maupun kepelatihan maupun wasit,” pungkas Husni.
