infosatu.co
Samarinda

Tinggalkan Samarinda Tak Lengkap Rasanya Tanpa Membawa Amplang

Teks: Cemilan khas Amplang ikan yang menjadi salah satu oleh-oleh ketika usai berkunjung ke Samarinda. (Ist)

Samarinda, Infosatu.co — Ada satu kebiasaan yang sulit dilepaskan dari perjalanan pulang dari Samarinda: membawa amplang sebagai buah tangan. Camilan gurih dan renyah ini bukan sekadar makanan ringan, tetapi telah menjadi salah satu kuliner yang melekat dengan Samarinda dan Kaltim.

Bagi sebagian orang, amplang bahkan menjadi oleh-oleh yang wajib masuk dalam daftar belanja sebelum meninggalkan Kota Tepian. Bentuknya yang sederhana, rasanya yang khas, serta daya simpannya yang relatif lama membuat amplang mudah dibawa dalam perjalanan jauh.

Amplang umumnya dibuat dari campuran daging ikan dan tepung tapioka (kanji). Perpaduan tersebut menghasilkan tekstur renyah dengan cita rasa gurih yang menjadi ciri khasnya.

Saat membuka kemasan amplang, aroma ikan yang khas langsung terasa. Begitu digigit, teksturnya yang renyah membuat camilan ini sulit berhenti disantap. Tak heran jika amplang kerap menjadi teman perjalanan atau camilan saat berkumpul bersama keluarga.

Namun, popularitas amplang tidak hanya soal rasa. Di balik sebungkus amplang terdapat aktivitas para pelaku usaha yang mengolah bahan pangan menjadi produk bernilai ekonomi. Produksi dan penjualan amplang ikut menghidupkan usaha kuliner dan UMKM di Kota Tepian.

Menariknya, amplang kini tidak lagi tampil dengan kemasan sederhana seperti yang dulu banyak dijumpai. Sejumlah produk dikemas lebih modern dengan desain yang menarik sehingga cocok dijadikan buah tangan untuk keluarga, teman, hingga rekan kerja.

Perubahan kemasan tersebut menunjukkan bahwa kuliner tradisional juga dapat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan karakter utamanya.

Amplang pun semakin mudah ditemukan di berbagai tempat penjualan oleh-oleh di Samarinda. Wisatawan yang datang ke kota ini dapat memilih beragam ukuran dan kemasan sesuai kebutuhan.

Bagi masyarakat luar daerah, membawa pulang amplang seolah menjadi cara sederhana untuk membawa sedikit cerita tentang Samarinda. Setelah perjalanan berakhir, rasa gurih amplang bisa kembali mengingatkan pada suasana Kota Tepian.

Related posts

Pekerja Lepas hingga Petani Masih Banyak Belum Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan

Emmy Haryanti

PRT di Samarinda Bakal Didorong Masuk BPJS Ketenagakerjaan, Pemberi Kerja Disiapkan Regulasi

Emmy Haryanti

Anggaran Dipangkas, Penerima Perlindungan Pekerja Informal Samarinda Turun Jadi 4.578 Orang

Emmy Haryanti