Samarinda, Infosatu.co – Ketua Umum DPP Forum Petani Kelapa Sawit (FPKS) Kaltim Asbudi mengingatkan petani agar tidak sembarangan memilih bibit sawit saat membuka atau meremajakan kebun. Bibit yang tidak bersertifikat dinilai berisiko membuat produktivitas kebun jauh dari potensi yang seharusnya.
“Jangan sampai petani membuka lahan kemudian sembarang membeli bibit, bibit yang tidak bersertifikat. Sehingga nanti pada saat produksi, produktivitasnya tidak maksimal,” ujarnya saat Workshop Pembenihan dan Teknologi Budidaya Kelapa Sawit Berkelanjutan di Hotel Golden Season Samarinda, Jalan Gatot Subroto, Selasa, 6 Oktober 2026.
Menurutnya, persoalan bibit menjadi salah satu alasan pembenihan menjadi fokus dalam workshop yang berlangsung 6–7 Oktober 2026 tersebut. Pasalnya, masih ada petani yang berencana membuka lahan namun belum memahami pentingnya menggunakan benih dari sumber yang legal dan bersertifikat.
Asbudi menyebut penggunaan bibit yang tidak jelas asal-usulnya dapat berpengaruh terhadap hasil produksi. Ia bahkan mencontohkan, penggunaan bibit tidak bersertifikat dapat membuat hasil kebun hanya sekitar 0,5 ton per hektare.
Karena itu, FPKS menghadirkan pemateri dari Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) untuk memberikan pemahaman kepada petani mengenai pemilihan benih yang sesuai. Petani juga diberikan pemahaman mengenai sumber benih yang legal melalui Dinas Perkebunan Kaltim dan Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD).
“Dalam membeli bibit, kita tidak sembarang di pinggir jalan. Ada izin, ada wadah atau produsen yang memang secara hukum dan legal,” tuturnya.
Ia menjelaskan, pembelian benih seharusnya berasal dari produsen atau sumber yang memiliki legalitas, seperti Subijaya, Damimas maupun PPKS, serta diketahui oleh Dinas Perkebunan melalui UPTD sehingga petani tidak hanya mengejar harga bibit yang murah, tetapi juga memastikan benih yang ditanam memiliki kualitas dan legalitas yang jelas sejak awal.
