Samarinda, Infosatu.co – Beatrice Geraldine Limbong harus melewati jalan berliku sebelum dipercaya menjadi pembawa baki Paskibraka Kalimantan Timur pada upacara HUT ke-81 Republik Indonesia. Siswi SMA Negeri 2 Kabupaten Berau itu sempat berstatus sebagai calon cadangan, sebelum akhirnya terpilih mengisi posisi utama.
Kepercayaan tersebut diraih Beatrice setelah mengikuti seleksi bersama enam calon pembawa baki lainnya. Masing-masing peserta diuji untuk melihat kemampuan dan kesiapan sebelum satu nama ditetapkan sebagai pembawa baki.
“Awalnya ada sekitar enam orang calon pembawa baki. Kami dites satu per satu, mana yang terbaik dari yang terbaik, dan puji Tuhan terpilih saya,” ujar Beatrice seusai bertugas di Gelora Kadrie Oening, Samarinda, Senin 17 Agustus 2026.
Status sebagai calon cadangan tidak membuat siswi kelas XI berusia 16 tahun itu berhenti berusaha. Beatrice tetap mengikuti latihan dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk menunjukkan bahwa dirinya siap jika sewaktu-waktu dipercaya menjalankan tugas utama.
Upaya tersebut akhirnya membuahkan hasil. Beatrice dipercaya membawa baki dalam upacara tingkat Provinsi Kaltim yang digelar bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 RI.
Bagi Beatrice, penunjukan itu sekaligus menjadi ujian atas kesiapan yang telah dibangun selama masa pemusatan latihan. Ia mengaku sempat merasakan gugup ketika mengetahui dirinya dipercaya mengemban tugas tersebut.
“Jujur menjadi pembawa baki itu deg-degan, takut juga. Tapi saya selalu bahagia dan berusaha yang terbaik untuk menampilkan hasil latihan saya,” katanya.
Persiapan yang dijalani selama sekitar tiga pekan menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Beatrice bersama anggota Paskibraka Kaltim menjalani latihan secara intensif di BPSDM Loa Janan sebelum kemudian menempati Asrama Atlet di kawasan Gelora Kadrie Oening menjelang hari pelaksanaan.
Latihan berulang menjadi bagian dari proses untuk membentuk ketepatan gerakan dan kekompakan. Kondisi fisik pun diuji karena latihan berlangsung sejak pagi hingga sore, ditambah cuaca panas yang terkadang membuat para anggota kelelahan.
Meski demikian, Beatrice memilih bertahan. Dukungan pelatih menjadi salah satu alasan dirinya terus menjalani seluruh rangkaian persiapan hingga hari pelaksanaan.
“Kami memang capek, tetapi pelatih selalu menyemangati karena kami harus sukses pada tanggal 17 Agustus. Ini sekali seumur hidup,” tuturnya.
Bagi Beatrice, pengalaman dari posisi cadangan hingga akhirnya menjadi pembawa baki menjadi pelajaran bahwa kesempatan harus dijawab dengan kesiapan.
“Mau kita capek, mau lelah, itu harus didorong. Tidak boleh menyerah karena kami harus bisa menyukseskan tanggal 17 Agustus,” pungkasnya.
