Samarinda, Infosatu.co – Isu Lesbian, Gay, Biseksual, Transgender dan Queer (LGBTQ) menjadi salah satu materi yang dimasukkan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) IKIP PGRI Kalimantan Timur tahun akademik 2026/2027. Queer sendiri dimaknai sebagai orang yang orientasi seksualnya di luar label tradisional.
Materi tersebut diberikan sebagai bagian dari pembekalan mahasiswa baru selama masa transisi dari jenjang sekolah ke perguruan tinggi.
Rektor IKIP PGRI Kaltim Suriansyah mengatakan materi tersebut sengaja diberikan agar mahasiswa memiliki pemahaman terhadap berbagai persoalan sosial yang berkembang di lingkungan masyarakat.
Menurutnya, PKKMB tidak hanya berisi pengenalan program studi dan kehidupan akademik, tetapi juga pembentukan karakter serta pembekalan mengenai sejumlah isu yang dinilai perlu dipahami mahasiswa.
“Ini juga perlu didengarkan dengan saksama. Kita ingin mahasiswa mendapatkan bekal awal ketika masuk perguruan tinggi, termasuk bagaimana memahami persoalan yang berkembang di masyarakat,” kata Suriansyah, Senin, 17 Agustus 2026.
Ia menyebut materi tentang LGBTQ menjadi salah satu bagian dari rangkaian pembekalan yang diberikan kepada mahasiswa baru.
Suriansyah berharap mahasiswa tidak sekadar menerima informasi, tetapi mampu memahami materi tersebut secara kritis dan menempatkannya dalam konteks kehidupan kampus.
Pembahasan tersebut rencananya disampaikan dalam rangkaian PKKMB yang berlangsung selama empat hari, 17-20 Agustus 2026.
Selain materi karakter, mahasiswa juga mendapatkan pembekalan mengenai teknologi digital, bela negara, kewirausahaan hingga pengenalan kehidupan akademik di perguruan tinggi.
Ketua Panitia PKKMB IKIP PGRI Kaltim Tejo Suparno mengatakan rangkaian kegiatan tahun ini memang dirancang dengan melibatkan narasumber dari berbagai latar belakang.
“Jadi ada narasumber dari luar dan ada narasumber dari dalam kampus. Dari luar ada akademisi terkait teknologi digital, kemudian bela negara dari TNI dan Polri, kewirausahaan dari pengusaha, serta beberapa materi lainnya,” jelas Tejo.
Ia mengatakan PKKMB tahun ini diikuti 298 peserta, terdiri atas 281 mahasiswa baru dan 17 mahasiswa lama yang belum mengikuti PKKMB pada tahun sebelumnya.
Tejo menambahkan, materi yang diberikan selama PKKMB diarahkan untuk membantu mahasiswa memahami lingkungan baru sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kehidupan akademik dan sosial di perguruan tinggi.
Sementara itu, Suriansyah menekankan mahasiswa perlu mampu beradaptasi dengan pola belajar yang berbeda dari jenjang sekolah menengah. Menurutnya, mahasiswa juga harus membangun karakter dan kemampuan yang dapat menjadi bekal setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kalian sebelumnya adalah siswa. Pada hari ini akan masuk ke masa menjadi mahasiswa. Karena itu, materi-materi ini menjadi bekal awal untuk menjalani studi di IKIP dan perguruan tinggi pada umumnya,” tutup Suriansyah.
