Jakarta, Infosatu.co – Presiden RI Prabowo Subianto mengklaim Indonesia telah mencapai swasembada pada delapan komoditas pangan.
Prabowo mengatakan target swasembada pangan yang sebelumnya diproyeksikan tercapai dalam empat tahun pemerintahannya justru dapat diwujudkan dalam satu tahun.
“Tahun ini kita sudah swasembada delapan komoditas pangan. Kita telah swasembada beras, swasembada jagung, swasembada gula konsumsi, daging ayam, telur ayam, bawang merah, cabai besar dan cabai rawit,” ujar Prabowo dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.
Ia menyebut pencapaian tersebut menjadi salah satu perkembangan yang telah diraih pemerintah dalam sektor pangan.
Menurut Prabowo, percepatan swasembada menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan nasional.
Selain pangan, Prabowo juga menyampaikan perkembangan program swasembada energi. Salah satunya melalui produksi bahan bakar nabati berbasis kelapa sawit untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar dalam negeri.
Prabowo mengatakan Indonesia mulai memproduksi biodiesel B50 yang merupakan campuran bahan bakar solar dengan 50 persen minyak sawit.
Ia menegaskan sejak 1 Juli 2026 Indonesia tidak lagi mengimpor solar dari luar negeri. Kebijakan tersebut, menurutnya, turut menghemat devisa negara hingga sekitar Rp170 triliun.
“Mulai 1 Juli tahun ini kita tidak impor solar lagi. Kita berhasil menghemat devisa sekitar Rp170 triliun,” katanya.
Orang nomor satu di Indonesia itu juga memaparkan sejumlah program pemerintah lainnya, mulai dari makan bergizi, bantuan sosial hingga hilirisasi.
Ia menyebut pemerintah telah memangkas ratusan aturan terkait penyaluran pupuk. Kebijakan tersebut disebut turut mendorong penurunan harga pupuk hingga 20 persen.
Prabowo juga mengungkapkan kinerja PT Pupuk Indonesia mengalami peningkatan. Keuntungan perusahaan pelat merah tersebut disebut tumbuh hingga 252,8 persen.
Meski menyampaikan sejumlah capaian, Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh berhenti bekerja.
Menurutnya, berbagai hasil tersebut justru harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kinerja pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Saya tidak berpuas diri. Justru ini merupakan rangsangan bagi kita untuk bekerja lebih keras lagi untuk rakyat,” tegasnya.
Prabowo menekankan pembangunan nasional tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah pusat.
Ia meminta seluruh unsur pemerintahan, termasuk pemerintah daerah, serta masyarakat ikut mengambil peran dalam menjalankan pembangunan.
“Pembangunan bangsa bukan hanya pekerjaan Presiden, bukan hanya pekerjaan pemerintah. Ini adalah pekerjaan kita bersama,” pungkas Prabowo.
