infosatu.co
PENDIDIKAN

Kerja Sama Internasional Hadirkan Pembelajaran Wellness di SD Fastabiqul Khairat Samarinda

Teks: Kunjungan Konsul Jenderal Australia ke SD Islam Fastabiqul Khairat Samarinda. (Infosatu.co/Adi)

Samarinda, Infosatu.co – Kemitraan internasional yang dijalin SD Islam Fastabiqul Khairat Samarinda dengan sekolah di Australia tidak hanya menghadirkan pertukaran budaya, tetapi juga melahirkan inovasi pembelajaran.

Salah satu hasil nyata dari kolaborasi tersebut ialah penerapan konsep wellness untuk membantu siswa mengenali diri dan mengelola emosi sejak usia dini.

Program tersebut merupakan bagian dari kemitraan Bridge Australia-Indonesia yang telah diikuti SD Islam Fastabiqul Khairat sejak 2020.

Konsistensi sekolah menjaga kerja sama selama enam tahun mendapat apresiasi melalui kunjungan Konsul Jenderal Australia yang berkedudukan di Makassar ke sekolah tersebut, Rabu, 29 Juli 2026.

Kepala SD Islam Fastabiqul Khairat Supriyati mengatakan kerja sama dengan sekolah mitra di Australia tidak sebatas membangun hubungan persahabatan, tetapi juga menjadi ruang bertukar praktik baik dalam dunia pendidikan.

“Dari kemitraan ini kami mengadopsi pembelajaran mengenai wellness. Tujuannya agar anak-anak mampu mengenali dirinya, memahami emosinya, dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik,” ujarnya.

Menurut perempuan yang akrab disapa Riri itu, konsep wellness kemudian dipadukan dengan proses pembelajaran di sekolah sehingga tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter dan kesehatan mental peserta didik.

Selain mengadopsi metode pembelajaran dari Australia, SD Islam Fastabiqul Khairat juga memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia kepada sekolah mitra.

Berbagai kegiatan dilakukan, mulai dari mengenalkan makanan tradisional, permainan daerah, hingga pakaian adat kepada siswa di Australia.

Kerja sama tersebut juga diwujudkan melalui program pertukaran guru. Pada 2022, dua guru SD Islam Fastabiqul Khairat mendapat kesempatan belajar langsung ke Australia, kemudian dilanjutkan dengan pengiriman satu guru pada 2024.

Sebaliknya, guru dari sekolah mitra di Australia juga datang ke Samarinda selama sekitar sepekan pada 2024.

Selain mengajar di kelas dan memperkenalkan budaya Australia kepada para siswa, mereka turut mengunjungi Dinas Pendidikan Kota Samarinda hingga kawasan konservasi orangutan di Samboja.

Riri mengungkapkan manfaat kerja sama itu juga dirasakan dalam peningkatan kemampuan berbahasa Inggris para siswa. Menurutnya, interaksi yang rutin dengan sekolah mitra membuat anak-anak lebih percaya diri menggunakan bahasa Inggris dalam kegiatan belajar.

“Anak-anak kami menjadi lebih senang mengikuti pelajaran bahasa Inggris. Banyak yang semakin lancar berbahasa Inggris. Sebaliknya, siswa di Australia juga menjadi lebih mengenal budaya Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Kasi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Samarinda Muchlis menilai SD Islam Fastabiqul Khairat menjadi salah satu sekolah dasar yang mampu memanfaatkan kerja sama internasional untuk meningkatkan kualitas pendidikan.

Menurutnya, sekolah tersebut juga konsisten menorehkan prestasi dengan rutin masuk jajaran 10 besar dalam berbagai perlombaan, termasuk menunjukkan kemampuan siswa yang baik dalam penguasaan bahasa Inggris.

“Kegiatan seperti ini perlu terus didorong. Keberhasilan sekolah tidak lepas dari dukungan kepala sekolah, guru, yayasan, dan orang tua. Kalau semua unsur mendukung, sekolah akan terus berkembang,” tutup Muchlis.

Related posts

Tiga Tahun Formasi Guru PLB di Samarinda Sepi Peminat

Emmy Haryanti

SMKN 7 Balikpapan Masih Mangkrak, Kebutuhan Anggaran Rp150 Miliar Belum Terakomodasi pada 2027

Rizki

Disdikbud Kaltim Sebut Kapasitas dan Standar Mutu Jadi Kendala Produksi Seragam Lokal

Rizki