Samarinda, Infosatu.co – Pembangunan SMKN 7 Balikpapan dipastikan masih belum dapat dilanjutkan pada 2027. Keterbatasan kemampuan anggaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur membuat proyek yang telah lama mangkrak itu belum memperoleh alokasi dana, meski penyelesaiannya menjadi salah satu prioritas DPRD Kaltim.
Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Baba mengatakan pemerintah bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim telah menyusun skala prioritas penyelesaian sekolah-sekolah mangkrak.
Dari total sembilan proyek SMK yang belum rampung, empat di antaranya akan dibiayai pada 2027, sedangkan lima sisanya dijadwalkan pada 2028.
“Untuk SMK, dari sembilan sekolah yang mangkrak, empat sudah kita anggarkan bersama Disdikbud untuk diselesaikan. Sisanya akan dilanjutkan pada 2028,” ujarnya, Senin, 27 Juli 2026.
Sementara itu, untuk jenjang SMA, dua sekolah telah diselesaikan pada 2025 dan kembali bertambah pada 2026. Baba menyebut pada 2027 ditargetkan total delapan sekolah yang sebelumnya bermasalah dapat dituntaskan.
Ia menjelaskan mayoritas pembangunan tersebut dibiayai melalui APBD Kaltim, sementara hanya satu proyek yang mendapat dukungan dari pemerintah pusat melalui APBN, yakni di Kabupaten Kutai Kartanegara.
Namun, kondisi berbeda terjadi pada pembangunan SMKN 7 Balikpapan. Menurut Baba, proyek tersebut belum dapat masuk dalam daftar pembangunan 2027 lantaran kebutuhan anggarannya masih sangat besar, sementara kemampuan fiskal daerah sedang terbatas.
“SMKN 7 Balikpapan ini belum bisa kita anggarkan pada 2027 karena kemampuan keuangan daerah sangat minim. Kebutuhan dananya masih sekitar Rp150 miliar lebih,” katanya.
Meski demikian, ia mengungkapkan masih terdapat usulan anggaran lanjutan untuk beberapa proyek pendidikan pada 2027.
Salah satunya yakni sekitar Rp5 miliar untuk penyelesaian SMA Negeri 10, serta sekitar Rp7,5 miliar untuk kebutuhan awal pembangunan SMKN 7 Balikpapan.
“Mudah-mudahan itu bisa terealisasi di 2027 agar proses penyelesaiannya dapat mulai berjalan,” pungkasnya.
