infosatu.co
KESEHATAN

Deteksi Dini Jadi Tantangan, Dinkes Kaltim Tingkatkan Kompetensi Nakes Tangani Kusta

Teks: Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin. (Emmi/Infosatu)

Samarinda, Infosatu.co – Upaya percepatan eliminasi kusta di Benua Etam masih menghadapi tantangan, terutama dalam memastikan setiap kasus dapat terdeteksi sejak dini dan ditangani secara tuntas. Untuk menjawab persoalan tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kaltim memperkuat kapasitas tenaga kesehatan di seluruh daerah.

Kepala Dinkes Kaltim Jaya Mualimin mengatakan peningkatan kompetensi tenaga kesehatan menjadi langkah strategis agar diagnosis kusta dapat dilakukan secara tepat, sekaligus mencegah penyebaran penyakit tersebut di masyarakat.

“Kesiapan dan keahlian tenaga medis menjadi pilar utama kami dalam memastikan setiap penderita kusta mendapatkan layanan pengobatan secara tuntas dan sangat manusiawi,” ungkapnya.

Menurutnya, penguatan kapasitas tenaga kesehatan merupakan tindak lanjut dari penandatanganan komitmen bersama percepatan eliminasi kusta tingkat nasional yang telah disepakati oleh perwakilan 38 provinsi.

Sebagai bagian dari implementasi komitmen tersebut, Dinkes Kaltim terus meningkatkan kemampuan petugas kesehatan mulai dari tingkat puskesmas hingga rumah sakit. Langkah ini dilakukan agar sistem deteksi dini dan surveilans kasus berjalan lebih akurat.

“Kami terus memperkuat kapasitas petugas medis tingkat puskesmas hingga rumah sakit agar sistem deteksi dini maupun surveilans warga berjalan jauh lebih akurat,” jelas Jaya.

Selain peningkatan sumber daya manusia, pemerintah daerah juga memastikan ketersediaan sarana, prasarana, serta logistik obat-obatan tetap mencukupi guna mendukung pelayanan kepada pasien kusta.

Jaya menambahkan, pembekalan kepada tenaga kesehatan tidak hanya berfokus pada aspek medis, tetapi juga pendekatan sosial. Edukasi tersebut bertujuan mengurangi stigma terhadap orang yang pernah mengalami kusta (OYPMK), sehingga mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara normal di tengah masyarakat.

“Selain pemenuhan fasilitas fisik rumah sakit, pembekalan edukasi bagi para perawat juga difokuskan pada pendekatan sosial demi menghapus stigma negatif masyarakat terhadap kelompok penyintas,” terangnya.

Ia menilai pelayanan yang ramah dan inklusif dari tenaga kesehatan berperan penting dalam memulihkan kondisi psikologis penyintas, sekaligus mendorong mereka kembali aktif dan produktif.

Lebih lanjut, Jaya menegaskan sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota terus diperkuat agar layanan penanganan kusta dapat menjangkau seluruh masyarakat tanpa diskriminasi.

Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kesehatan di daerah diharapkan mampu mempercepat penemuan kasus baru sehingga target eliminasi kusta di Kaltim dapat segera tercapai.

“Peningkatan kompetensi keahlian tenaga kesehatan lokal kita menekan angka penemuan kasus baru sehingga target pembebasan wilayah dari kusta dapat dipercepat,” pungkasnya.

Related posts

Benarkah Micin Bisa Menurunkan Kecerdasan? Ini Penjelasan dr Tirta

Rizki

Kaltim Masuk 18 Provinsi Prioritas TBC, Kolaborasi Lintas Sektor Dinilai Jadi Kunci Pengendalian

Emmy Haryanti

Gerakan ASRI Satukan Layanan Kesehatan, Pasar Murah dan Penghijauan di Kaltim

Rizki